Perawan Desa di Selat Hormuz
Jendelakita.my.id. - Artikel ini merupakan cerita fiksi yang terasa nyata. Apakah masih dapat dikategorikan sebagai fiksi?
Hormuz, menurut catatan sejarah, berasal dari nama seorang pimpinan perang yang gugur saat melawan pasukan Khalid bin Walid. Terlepas dari hal tersebut, yang jelas sejak akhir Februari hingga saat ini masih terjadi ketegangan antara pasukan Israel yang didukung oleh Amerika Serikat dan Iran.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian strategis adalah Selat Hormuz. Hal ini disebabkan selat tersebut merupakan jalur lalu lintas kapal tanker yang mengangkut minyak (BBM) ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Kabar terakhir menyebutkan bahwa tanker Pertamina belum mendapatkan izin dari pemerintah Iran.
Dalam artikel ini, penulis mengilustrasikan Selat Hormuz sebagai seorang “perawan desa” yang diperebutkan oleh para jejaka karena keindahannya.
Istilah “perawan desa” atau “perawan di sarang penyamun” pernah menjadi judul beberapa film yang dibintangi oleh aktor dan aktris pada era 1980-an. Selain itu, terdapat pula istilah lain dalam kesenian tradisional Nusantara, seperti “kembang desa”. Pada era 1970-an, saat kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilakukan di pelosok desa, muncul pula istilah “gadis desa” yang menjadi perhatian para mahasiswa.
Kembali pada fokus tulisan ini, Selat Hormuz dianalogikan sebagai “perawan desa” yang diperebutkan oleh pihak berinisial AS untuk menguasai perdagangan dan memperoleh pengakuan dunia atas dominasi minyak global.
Sementara itu, pihak berinisial I tentu akan mempertahankan hak-haknya sebagai negara berdaulat. Iran merupakan salah satu negara di Timur Tengah yang sulit dikendalikan oleh Amerika Serikat, karena kekuatan historis sebagai bangsa Persia serta semangat perjuangan yang dimilikinya.
Semoga Allah SWT memberikan kekuatan dalam menghadapi berbagai bentuk penindasan dan ketidakadilan.
