Breaking News

KHOTBAH IDUL FITRI 1447 H

 



Tema: Kembali ke Fitrah dengan Memuliakan Keluarga dan Berbakti kepada Orang Tua


KHOTBAH PERTAMA (Takbir 9 kali)

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ


(Hamdalah)

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، لَهُ الْحَمْدُ فِي الْأُولَى وَالْآخِرَةِ، وَلَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ


(Shalawat)

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ،كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ،
وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ،كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ،
فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ


(Wasiat Taqwa)

أُوصِيكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ


(Ayat Al-Qur’an – QS. Al-Isra: 23-24)

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

صَدَقَ اللَّهُ الْعَظِيمُ



 

(Isi Khutbah)

Ma’asyiral muslimin rahimakumullāh,

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, serta kesempatan untuk menyelesaikan ibadah di bulan Ramadhan. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Saya berwasiat kepada diri saya pribadi dan kepada jamaah sekalian, marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa, yaitu menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Hari ini adalah hari kemenangan. Hari di mana kita kembali kepada fitrah, kembali kepada kesucian jiwa setelah sebulan penuh ditempa oleh ibadah Ramadhan. Namun pertanyaannya, apakah makna fitrah itu hanya sebatas menahan lapar dan dahaga? Ataukah lebih dari itu—yaitu kembali menjadi pribadi yang lebih baik, terutama dalam memperlakukan keluarga kita?

Ma’asyiral muslimin yang dimuliakan Allah,

Di antara tanda keberhasilan Ramadhan adalah semakin baiknya hubungan kita dengan sesama manusia, terutama kepada kedua orang tua. Allah SWT berfirman:

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua..." (QS. Al-Isra: 23)

Ayat ini menegaskan bahwa setelah perintah tauhid, Allah langsung memerintahkan kita untuk berbakti kepada orang tua. Ini menunjukkan betapa mulianya kedudukan mereka.

Kemudian Allah berfirman:

"Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah: Wahai Tuhanku, sayangilah mereka keduanya sebagaimana mereka telah mendidikku di waktu kecil." (QS. Al-Isra: 24)

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Rasulullah SAW bersabda:

"Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka orang tua." (HR. Tirmidzi)

Hadis ini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa keberkahan hidup kita tidak lepas dari bagaimana kita memperlakukan orang tua kita.

Di momen Idul Fitri ini, kita juga mengenal tradisi mudik—kembali ke kampung halaman. Sesungguhnya mudik bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi perjalanan hati. Perjalanan untuk kembali kepada orang tua, memohon maaf, dan mempererat silaturahmi.

Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka mudik yang kita lakukan hari ini sejatinya adalah bagian dari ibadah, jika diniatkan karena Allah SWT.

Ma’asyiral muslimin yang berbahagia,

Jangan sampai kita menjadi orang yang sukses di luar rumah, tetapi gagal membahagiakan orang tua di dalam rumah. Jangan sampai kita mampu bepergian jauh, tetapi enggan melangkah untuk pulang menemui ibu dan ayah.

Selagi mereka masih hidup, manfaatkan kesempatan ini untuk:

  • Meminta maaf
  • Mencium tangan mereka
  • Membahagiakan hati mereka

Karena suatu saat nanti, kita akan merindukan momen itu, namun tidak lagi memiliki kesempatan.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil hamd.


(Penutup Khutbah Pertama)

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ،وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ،
وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ،إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ،فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ



 

KHOTBAH KEDUA (Takbir 7 kali)  اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ،اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ،اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ


(Hamdalah) الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ


(Shalawat)   اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ


(Wasiat Taqwa)   أُوصِيكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ


(Doa Kaum Muslimin)

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita jadikan Idul Fitri ini sebagai momentum untuk memperbaiki hubungan kita dengan keluarga, khususnya kepada orang tua. Jadikan kebahagiaan mereka sebagai prioritas dalam hidup kita.

Jika hari ini kita masih memiliki orang tua, maka itulah nikmat yang luar biasa. Namun jika mereka telah tiada, maka jangan putuskan bakti kita—doakan mereka, lanjutkan amal kebaikan atas nama mereka.

Marilah kita berdoa:

“Allahummaghfir lana dzunubana, waliwalidaina, warhamhuma kama rabbayana shighara. Ya Allah, ampunilah dosa kami dan dosa kedua orang tua kami. Sayangilah mereka sebagaimana mereka telah menyayangi kami di waktu kecil. Jadikan kami anak-anak yang berbakti dan kumpulkan kami bersama mereka di surga-Mu.”

Rabbana atina fid dunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina ‘adzaban nar.


(Penutup Khutbah Kedua)

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ،وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى،
وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ،يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ


(Salam Penutup) وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ