Breaking News

Harapan

 


Tulisan oleh : Dina Dwi Lestari 

(Siswa SMA Negeri Tugumulyo / Peserta Bimtek Literasi BACA - DISKUSI - AKSI - Relima Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Lokus Kabupaten Musi Rawas)

Jendelakita.my.id. - Setelah lulus dari sekolah menengah atas, aku ingin melanjutkan kuliah dan mengambil jurusan pertanian. Entah kenapa, aku merasa tertarik dengan jurusan tersebut. Padahal, sejak awal aku ingin menjadi seorang dokter forensik. Namun, sepertinya menjadi dokter forensik terlalu berat bagiku, baik dari segi ekonomi maupun kapasitas otakku. Tetapi, tidak apa-apa. Menurutku, semua pekerjaan itu keren!

Sampai saat ini, aku masih bingung harus masuk universitas mana. Aku belum tahu harus melangkah ke mana. Aku sungguh bingung. Aku adalah anak bungsu sekaligus anak perempuan satu-satunya dalam keluarga. Orang tuaku bekerja sebagai petani dan penghasilan yang mereka dapatkan tidak menentu.

Apalagi sekarang sungai mulai mengering dan persediaan air semakin menipis. Bahkan, sudah beberapa bulan setelah panen, padi belum juga ditanam kembali karena tidak ada air.

Hujan, turunlah… Aku rindu. Aku rindu dengan suaramu, aku rindu bermain di bawahmu. Bagaimana nasib para petani dan orang-orang yang membutuhkanmu? Sekarang, asap dan debu berterbangan dengan senang. Tanaman yang menghasilkan bunga-bunga cantik pun semakin jarang kulihat. Mereka seolah tidak bersemangat karena kau tak kunjung datang. Turunlah… Aku menanti kehadiranmu dengan riang.

Di desaku, mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani. Ketika musim panen tiba, banyak orang berjalan pada pagi hari dengan capil di atas kepala dan arit di tangan. Mereka pergi untuk memanen padi yang nantinya akan menjadi beras untuk dimakan.

Aku sangat senang ketika musim panen tiba karena para janda memiliki pekerjaan untuk menghidupi diri dan anak-anak mereka. Bukan berarti mereka tidak mau melakukan pekerjaan lain, tetapi lapangan pekerjaan yang tersedia sangat terbatas.

Ketika musim panas tiba, para petani menjemur gabah (padi yang belum dikupas kulitnya). Terkadang, orang tua yang memanen, sedangkan ketika libur sekolah tiba, anak-anak mereka ikut membantu menjaga gabah di bawah terik matahari agar tidak dimakan ayam.

Aku ingin kuliah di luar pulau. Namun, aku masih bimbang. Orang tuaku sudah tua, sedangkan kakakku sudah menikah. Aku adalah anak perempuan satu-satunya. Apakah aku akan diizinkan untuk kuliah di luar pulau?

Untuk saat ini, aku memang diizinkan. Tetapi, aku tidak tahu bagaimana setelah aku lulus sekolah menengah atas nanti. Mungkin mereka mengizinkanku sekarang karena mereka tidak ingin aku terus-menerus bertanya tentang keinginanku untuk kuliah di luar pulau.

Harapanku, aku diizinkan kuliah di luar pulau dan mengambil jurusan pertanian. Aku juga mempunyai angan-angan. Setelah lulus kuliah, aku tidak ingin langsung kembali ke daerah asalku. Aku ingin menempatkan diri di daerah yang jauh dari kota. Aku ingin belajar di sana sekaligus membantu masyarakat mengenai dunia pertanian. Mungkin aku akan kembali setelah kurang lebih tiga tahun, itu pun jika aku merasa nyaman tinggal di sana.

Setelah kembali ke daerah asal, aku ingin mengajarkan cara bertani yang baik berdasarkan ilmu yang telah kupelajari. Aku ingin mengedukasi masyarakat di desa karena mayoritas petani di sana belum terlalu mengenal ilmu pertanian. Namun, aku sangat kagum kepada para petani di desa. Mereka mengandalkan pengalaman yang telah mereka miliki selama bertahun-tahun dalam menjalankan kegiatan bertani.

Ketika aku sudah kembali dan memiliki uang yang cukup untuk membeli sepetak lahan, aku akan berusaha menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang-orang. Itulah harapanku di masa depan.

Setelah bertani, aku membayangkan orang-orang duduk di bawah pepohonan sambil bertukar cerita. Aku adalah orang yang suka bercerita, begitu pula orang tuaku. Ketika malam tiba, orang tuaku biasanya duduk di teras depan rumah. Aku pun melakukan hal yang sama. Kemudian, tetangga datang dan kami saling berbagi cerita.

Menurutku, ada dua alasan seseorang menjadi pengangguran. Pertama, karena malas. Kedua, karena tidak adanya lapangan pekerjaan. Orang yang malas mencari pekerjaan akan tetap menjadi pengangguran, sedangkan orang yang terus berusaha akan memiliki kesempatan mendapatkan pekerjaan.

Namun, jika benar-benar tidak ada lapangan pekerjaan, orang-orang akan kebingungan dan bertanya dalam hati, makan apa hari ini dan bagaimana nasib mereka. Dalam kondisi tertentu, keadaan tersebut bahkan dapat mendorong seseorang mengambil jalan pintas, seperti mencuri.

Harapanku, setelah mendapatkan ilmu di daerah orang lain, aku dapat kembali ke daerah asal untuk menciptakan lapangan pekerjaan, membagikan ilmu, dan mengedukasi masyarakat.

Apakah semua itu bisa kuwujudkan? Entahlah… Aku akan terus berusaha untuk mencapainya. Sebab, melihat senyum orang-orang setelah mendapatkan upah dari hasil bertani di kebunku kelak adalah salah satu impian terbesar dalam hidupku.