Perkembangan Zaman, Harapan Manusia, dan Dampak yang Diberikan
Tulisan oleh : Fadli Al Fasyaa
(Siswa SMA Negeri Tugumulyo / Peserta Bimtek Literasi BACA - DISKUSI - AKSI - Relima Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Lokus Kabupaten Musi Rawas)
Jendelakita.my.id. - Pada abad ke-21 ini, apakah dunia semakin menuju jalan kemajuan atau justru mengalami kemunduran? Pertanyaan tersebut menarik untuk direnungkan, terutama ketika kita melihat perkembangan teknologi yang begitu pesat dibandingkan dengan masa sebelumnya.
Orang-orang pada abad sebelumnya sering membayangkan bahwa seratus tahun kemudian dunia akan dipenuhi berbagai teknologi unik dan canggih. Sebagai contoh, masyarakat pada tahun 1920-an mungkin membayangkan bahwa satu abad setelahnya manusia akan memiliki teknologi seperti telepon ajaib tanpa kabel atau bahkan karpet terbang.
Seratus tahun kemudian, sebagian besar bayangan tersebut memang tidak terwujud secara persis seperti yang mereka pikirkan. Namun, gagasan dasar dari beberapa khayalan tersebut ternyata berhasil direalisasikan dalam bentuk yang berbeda. Telepon tanpa kabel, misalnya, berkembang menjadi telepon seluler atau handphone, sedangkan gagasan tentang kemampuan manusia untuk terbang diwujudkan melalui pesawat.
Tentunya, kita tidak dapat menyalahkan cara berpikir masyarakat pada masa tersebut. Bayangan dan khayalan itu merupakan gambaran dari rasa ingin tahu manusia terhadap masa depan. Mereka mungkin menyadari bahwa sebagian gagasan tersebut terdengar tidak masuk akal, tetapi mereka tetap berani membayangkannya karena seratus tahun bagi manusia merupakan waktu yang sangat panjang. Namun, bagi perkembangan suatu zaman, seratus tahun ternyata masih tergolong waktu yang relatif singkat.
Kembali pada pertanyaan sebelumnya, pada abad ke-21 kita telah dihadapkan pada berbagai inovasi baru. Meskipun tidak semuanya hadir sesuai dengan gambaran yang pernah dibayangkan manusia pada masa lalu, berbagai inovasi tersebut telah memberikan banyak kemudahan dan membantu mengatasi berbagai persoalan dalam kehidupan.
Namun, di balik berbagai kemudahan tersebut, muncul pertanyaan yang tidak kalah penting: "Dunia ini memang tampak sempurna tapi apa dampak yang ditimbulkan dari semua itu?"
Kemajuan teknologi memang memberikan banyak manfaat, tetapi pada saat yang sama juga dapat menimbulkan persoalan baru. Oleh karena itu, perkembangan zaman tidak cukup hanya diukur dari seberapa canggih teknologi yang berhasil diciptakan, tetapi juga dari bagaimana manusia menggunakannya dan menghadapi dampaknya.
Pada akhirnya, kita perlu kembali mempertanyakan arah perkembangan manusia: "Apakah kesempurnaan ini merupakan tanda kemajuan kita juga sekaligus kemunduran kita sendiri."