Ketika Sebuah Kata Menjadi Motivasi Nyata
Tulisan oleh : Amelinda Febriyanti
(Siswa SMA Negeri Tugumulyo / Peserta Bimtek Literasi BACA - DISKUSI - AKSI - Relima Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Lokus Kabupaten Musi Rawas)
Jendelakita.my.id. - Hari ini, aku mengikuti sebuah kegiatan, yaitu Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan di sekolah. Awalnya, aku mengira bahwa menulis adalah sesuatu yang sangat sulit. Banyak ide yang tersimpan di kepala, tetapi aku sering bingung bagaimana cara menuangkannya menjadi sebuah tulisan yang bermakna.
Dalam kegiatan tersebut, kami diarahkan untuk mulai lebih banyak membaca dan berani mencoba menulis secara bebas. Dari membaca, kita dapat memperoleh pengetahuan, menjadi lebih cerdas, serta memiliki banyak referensi untuk menghasilkan karya yang indah. Sebuah karya yang baik tidak cukup hanya dibicarakan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Karena itu, jangan takut mendapat hinaan atau penilaian dari orang lain ketika mulai menulis. Mulailah menulis dan teruslah berkarya agar dapat menghasilkan tulisan yang indah dan bermakna.
Aku pun mencoba menerapkan hal tersebut. Dengan keberanian yang kuat, aku mulai menulis dari satu kata, kemudian berkembang menjadi satu kalimat hingga akhirnya menjadi sebuah karya. Saat mendengar perkataan Bapak Supriadi, aku menyadari bahwa ternyata hal yang membuatku sulit menulis bukan karena aku tidak mampu, melainkan karena aku terlalu takut untuk memulainya (overthinking).
Dari pengalaman ini, aku belajar bahwa menulis tidak harus langsung sempurna. Yang terpenting adalah berani memulai, menuangkan ide, dan terus berlatih. Sebab, sebuah karya yang bermakna selalu berawal dari keberanian untuk menuliskan satu kata.