Day 2: Belajar Menulis dan Menemukan Makna dari Sebuah Novel
Tulisan oleh : Nabilla Salsabilla
(Siswa SMA Negeri Tugumulyo / Peserta Bimtek Literasi BACA - DISKUSI - AKSI - Relima Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Lokus Kabupaten Musi Rawas)
Jendelakita.my.id. - Pada hari kedua, saya mengikuti kegiatan Bimtek Kepenulisan "Baca-Diskusi-Aksi". Sebagai seseorang yang sedang belajar menulis, terkadang saya masih merasa bingung ketika hendak menuangkan kata-kata ke dalam sebuah tulisan. Saya sering berpikir, kalimat seperti apa yang paling tepat untuk ditulis? Namun, saya menyadari bahwa tidak ada kata "tidak bisa" selama kita mau berusaha. Sedikit demi sedikit, saya mulai mampu melakukannya, meskipun masih terdapat banyak kekurangan. Tidak apa-apa, karena saya percaya bahwa semakin sering dilakukan, nantinya saya akan semakin terbiasa.
Dalam kegiatan ini, saya mendapatkan banyak ilmu dan pengetahuan yang menurut saya sangat penting bagi seseorang yang ingin menjadi penulis. Saya merasa kagum kepada orang-orang yang mampu menulis novel hingga berhasil menerbitkannya menjadi sebuah buku. Bismillah, semoga semangat dan kemampuan tersebut dapat menular kepada saya sehingga suatu saat nanti saya juga mampu menghasilkan karya sendiri.
Saya memang secinta itu dengan novel. Ada beberapa novel yang saya baca memiliki alur cerita yang berfokus pada konflik batin, rasa cemas, kesedihan, serta penderitaan emosional yang mendalam dari para tokohnya. Bagi saya, cerita seperti itu terasa begitu dekat dan mampu menyentuh sisi emosional.
Dalam beberapa novel yang saya baca, terdapat kisah kehidupan yang terasa memiliki kemiripan dengan apa yang saya rasakan. Novel-novel itulah yang membantu saya memahami berbagai kata, perasaan, dan pengalaman yang terkadang sulit saya ungkapkan sendiri. Dari sana, saya belajar bahwa sebuah tulisan bukan sekadar rangkaian kata, tetapi juga dapat menjadi cara untuk memahami diri sendiri dan kehidupan.