Langkah Kecil, Cerita Besar
Tulisan oleh : Keyzia Ovirawanda
(Siswa SMA Negeri Tugumulyo / Peserta Bimtek Literasi BACA - DISKUSI - AKSI - Relima Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Lokus Kabupaten Musi Rawas)
Jendelakita.my.id. - Halo semuanya, perkenalkan, nama saya Keyzia Ovirawanda. Saya adalah salah satu siswa yang mengikuti Bimtek Kepenulisan.
Aku tak pandai merangkai kata-kata, namun setiap langkah haruslah ada kata.
Apakah kalian tahu? Aku sudah hampir tiga bulan bersekolah di SMA ini. Selama itu, setiap kegiatan yang aku lakukan menurutku selalu memberikan manfaat.
Katanya, SMA ini merupakan sekolah yang berprestasi. Aku masuk SMA ini melalui jalur tes akademik. Setelah mengikuti tes, aku dinyatakan lolos. Saat itu, aku merasa kagum pada diri sendiri. Dari 100 soal yang diberikan, ternyata aku mampu mengerjakannya dan berhasil lolos. Ternyata, aku bisa, ya!
Seiring berjalannya waktu, masa MPLS pun tiba. Sekitar satu minggu setelah MPLS, kami dibagi ke dalam kelas. Aku mendapatkan kelas 10.8.
Aku melangkah demi langkah memasuki kelas baru dengan teman-teman yang baru pula. Mereka tampak berbeda dari teman-temanku saat SMP. Di situlah aku mulai belajar beradaptasi dengan lingkungan dan orang-orang baru.
Tidak lama kemudian, ada pengumuman mengenai pendaftaran OSIS SMAN Tugumulyo. Aku pun memberanikan diri untuk mendaftarkan diri. Hingga akhirnya, aku berhasil lolos seleksi tahap 1, tahap 2, dan sampai ke tahap diklat.
Namun, ceritaku tidak berhenti sampai di situ. Aku juga mengikuti seleksi Paskib Kecamatan. Sayangnya, aku tidak lolos. Sebenarnya, aku merasa kecewa. Namun, aku tidak mau menyerah. Aku kembali mencoba mengikuti seleksi PBB. Lagi-lagi, aku tidak lolos.
Aku bahkan mencoba sampai tiga kali, tetapi hasilnya tetap sama. Namun, ternyata kesempatan datang dari arah yang tidak terduga. Aku dipanggil oleh salah satu kakak pembimbing Paskib untuk menggantikan teman yang mengundurkan diri. Aku pun menyetujuinya.
Sebenarnya, langkah dan variasiku saat itu masih cukup buruk. Akan tetapi, aku terus belajar dan berlatih. Sedikit demi sedikit, kemampuanku mulai berkembang hingga bisa dibilang "cukup" bisa. Yey! Pada akhirnya, kami berhasil mendapatkan juara 2 dalam lomba tersebut.
Eh, ada cerita lagi tidak, ya? Ada dong!
Kali ini tentang aku yang cukup sering dispen. Kalian capek tidak kalau harus dispen terus? Kalau ditanya capek atau tidak, sebenarnya tidak. Namun, yang membuat capek adalah mengejar tugas-tugas yang tertinggal. Hufff...
Aku mulai dispen pada tanggal 8–9 untuk kegiatan PBB.
"Loh, kok cuma dua hari, Kak?"
Hehe, karena aku hanya sebagai pengganti, jadi waktunya cukup singkat.
Setelah itu, ada perlombaan 17-an sehingga kegiatan pembelajaran menjadi kurang efektif. Aku juga menjadi panitia lomba di sekolah. Setelah kurang lebih satu minggu kembali mengikuti pembelajaran, aku dispen lagi selama tujuh hari.
"Dispen apa lagi, Kak?"
Ya, aku menjadi panitia demo OSIS, panitia pemilihan ketua OSIS, serta mengikuti pembekalan LDKS. LDKS seru, lho, karena di sana kita bisa mendapatkan banyak ilmu yang bermanfaat tentang kepemimpinan.
Setelah itu, aku kembali mengikuti aktivitas pembelajaran selama delapan hari. Lalu, aku dispen lagi selama enam hari untuk mengikuti Bimtek Kepenulisan.
"Eh, kenapa kamu mau ikut Bimtek?"
Jelas karena aku ingin menjadi penulis novel dan penulis puisi yang terkenal.
Cita-citaku dalam karya tulis adalah dapat menciptakan sebuah buku yang berisi kumpulan puisi. Aku juga ingin menjadi seseorang yang berbakat dalam membaca puisi maupun menciptakan puisi.
Sampai di sini karya tulisku. Jika terdapat kata-kata yang kurang tepat, saya mohon maaf.
Aku tak pandai merangkai kata, namun aku berusaha.