Bimtek Kepenulisan Hari Kedua di SMAN Tugumulyo
(Siswa SMA Negeri Tugumulyo / Peserta Bimtek Literasi BACA - DISKUSI - AKSI - Relima Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Lokus Kabupaten Musi Rawas)
Jendelakita.my.id. - Kegiatan bimbingan teknis (bimtek) kepenulisan hari kedua di SMAN Tugumulyo, Mataram, dilaksanakan pada Kamis pagi (10 September 2026). Kegiatan tersebut diisi dengan penyampaian materi, pengambilan dokumentasi, serta sesi tanya jawab bersama narasumber, Supriadi, M.M., yang meluangkan waktunya untuk memberikan pembelajaran mengenai kepenulisan.
Materi yang disampaikan membahas cara menulis dengan baik dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menghasilkan sebuah tulisan. Menulis tidak sekadar menyusun kata-kata, tetapi juga harus memperhatikan berbagai aspek, seperti tidak mengandung unsur SARA, hoaks, dan hal-hal lain yang dapat merugikan pihak tertentu.
SARA merupakan singkatan dari suku, agama, ras, dan antargolongan. Unsur tersebut perlu diperhatikan dalam sebuah tulisan agar tidak menimbulkan konflik atau menyinggung kelompok tertentu. Selain itu, penulis juga harus berhati-hati dalam menyampaikan opini. Pendapat tidak boleh digunakan untuk menghakimi seseorang tanpa didukung bukti yang jelas.
Hoaks juga menjadi salah satu hal yang harus dihindari dalam menulis. Hoaks merupakan informasi yang kebenarannya belum dapat dipastikan, tetapi disebarkan seolah-olah benar. Orang yang menyebarkan hoaks terkadang mudah percaya terhadap rumor yang beredar tanpa terlebih dahulu memeriksa kebenaran informasi tersebut.
Dalam proses menulis, diperlukan pola berpikir yang baik. Seorang penulis dapat mengembangkan berbagai ide melalui proses berpikir, mulai dari menentukan judul, menyusun alur, menciptakan karakter, hingga mengembangkan isi tulisan.
Bagi seseorang yang ingin menjadi jurnalis, memasukkan opini pribadi ke dalam berita harus dihindari. Hal tersebut penting karena tulisan jurnalistik dapat memberikan dampak kepada banyak pihak. Seorang penulis juga harus mampu merangkai kata-kata, mulai dari sebuah coretan sederhana hingga menjadi tulisan yang memiliki makna.
Secara umum, tulisan terbagi menjadi dua kategori, yaitu fiksi dan nonfiksi. Fiksi merupakan karya yang bersifat imajinatif atau khayalan dan tidak sepenuhnya berdasarkan fakta. Sementara itu, nonfiksi merupakan karya yang berdasarkan fakta dan memiliki kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan.
Berbagai buku dapat ditemukan dalam kategori fiksi maupun nonfiksi. Beberapa contoh buku fiksi yang disebutkan dalam kegiatan tersebut adalah "Seporsi mie ayam", " Silver Lining", dan "Lotus". Sementara itu, contoh buku nonfiksi antara lain "Biologi kelas X", "Matematika kelas X", dan " Cara berhidroponik".
Minat membaca juga dapat dikembangkan dengan memanfaatkan berbagai media, baik secara daring maupun luring. Saat ini, terdapat banyak aplikasi dan situs yang dapat digunakan untuk membaca, seperti Webtoon, Fizzo Novel, serta berbagai situs lainnya.
Membaca bukan sekadar melihat rangkaian kata, tetapi juga memahami dan membayangkan peristiwa yang terdapat dalam sebuah bacaan, termasuk hubungan sebab akibat hingga bagaimana cerita tersebut berakhir.