Berpikir dan Alasan: Dua Hal yang Saling Berkaitan
Tulisan oleh : Shevana
(Siswa SMA Negeri Tugumulyo / Peserta Bimtek Literasi BACA - DISKUSI - AKSI - Relima Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Lokus Kabupaten Musi Rawas)
Jendelakita.my.id. - Berpikir dan alasan merupakan dua hal yang memiliki hubungan erat dalam proses kerja otak manusia. Berpikir merupakan proses ketika otak mengolah, menganalisis, serta mengatur berbagai informasi yang diterima. Kata “berpikir” berasal dari kata dasar “pikir” yang berkaitan erat dengan akal budi, angan-angan, dan ingatan.
Tujuan utama dari berpikir adalah memahami keadaan di sekitar, menemukan solusi terhadap suatu permasalahan, serta membantu seseorang dalam mengambil keputusan. Melalui proses berpikir, otak berusaha menghubungkan berbagai ide, informasi, dan pengalaman yang tersimpan dalam ingatan agar seseorang dapat menentukan tindakan secara tepat.
Sementara itu, alasan dapat dipahami sebagai hasil atau produk dari proses berpikir tersebut. Alasan merupakan bukti, pembenaran, atau penjelasan logis yang digunakan untuk menjawab pertanyaan mengenai mengapa sesuatu terjadi atau mengapa seseorang mengambil keputusan tertentu. Kata “alasan” berasal dari kata “alas” yang memiliki beberapa makna penting, yaitu:
- Dasar atau asas, yakni pijakan utama dari suatu ide atau keyakinan.
- Bukti penguat pendapat, yaitu sesuatu yang dapat memperkuat sebuah argumen.
- Pendorong perbuatan, yakni alasan atau niat yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu tindakan.
- Pembenar hukum, yaitu keterangan dalam bidang hukum yang dapat menghapus kesalahan seorang terdakwa.
Bentuk alasan dapat beragam, mulai dari fakta, data, logika, hingga pertimbangan moral. Pada dasarnya, alasan digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu pilihan atau keputusan memiliki dasar yang dapat diterima dan masuk akal.
Hubungan antara berpikir dan alasan sebenarnya cukup sederhana. Berpikir merupakan proses atau cara otak bekerja, sedangkan alasan merupakan penjelasan yang dihasilkan dari proses tersebut. Tanpa proses berpikir yang baik, alasan yang disampaikan dapat terkesan asal-asalan dan tidak logis. Sebaliknya, proses berpikir yang tidak menghasilkan alasan yang jelas dapat membuat seseorang kesulitan menentukan tindakan.
Dengan demikian, berpikir dan alasan saling melengkapi. Keduanya membantu manusia mengambil keputusan, bertindak, serta menyampaikan pendapat secara logis dan masuk akal.