Breaking News

Dari Sumur Energi Menuju Sumur Harapan: Efek Berganda Hulu Migas yang Mengubah Kehidupan

 


 Feature oleh : Muhammad Ahsan Al-Kautsar

 Jendelakita.my.id. - Pagi itu, halaman sebuah balai desa di Kecamatan Lembak dipenuhi wajah-wajah ceria. Puluhan anak mengenakan sarung dan peci, didampingi orang tua yang tampak lega. Mereka datang bukan untuk mengikuti perayaan atau perlombaan, melainkan untuk memperoleh layanan sunatan massal yang menjadi bagian dari Program Pengembangan Masyarakat PT Sele Raya Belida (SRB).

 Bagi sebagian keluarga, program tersebut bukan sekadar bantuan kesehatan. Di tengah berbagai kebutuhan rumah tangga yang harus dipenuhi, layanan itu menjadi keringanan yang sangat berarti. Di balik senyum anak-anak dan rasa syukur para orang tua, tersimpan sebuah cerita yang lebih besar: bagaimana industri hulu minyak dan gas bumi (migas) mampu menghadirkan manfaat yang melampaui aktivitas produksinya.

 Selama ini, hulu migas sering dipahami sebagai sektor yang bertugas mencari dan memproduksi energi untuk memenuhi kebutuhan nasional. Padahal, di daerah-daerah tempat industri ini beroperasi, dampaknya jauh lebih luas. Kehadiran investasi, aktivitas operasional, dan berbagai program sosial menciptakan apa yang dikenal sebagai multiplier effect atau efek berganda—sebuah rangkaian manfaat yang menyentuh aspek ekonomi, sosial, hingga lingkungan.

 PT Sele Raya Belida memandang bahwa keberhasilan industri hulu migas tidak hanya diukur dari jumlah produksi energi yang dihasilkan. Keberhasilan juga tercermin dari sejauh mana keberadaan perusahaan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.

 Sepanjang tahun 2025, komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program yang menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Di bidang kesehatan, selain menyelenggarakan sunatan massal bagi 50 anak dari 10 desa di Kecamatan Lembak dan Gelumbang, perusahaan juga memberikan bantuan peralatan kesehatan untuk Poskesdes, menggelar pengobatan gratis, serta menyalurkan susu dan makanan pendukung bagi ibu hamil dan lansia di Kabupaten Banyuasin.

 Dampaknya mungkin tidak langsung terlihat dalam angka statistik. Namun bagi seorang ibu hamil yang memperoleh asupan gizi tambahan, atau seorang lansia yang mendapatkan akses layanan kesehatan lebih mudah, bantuan tersebut menjadi investasi penting bagi kualitas hidup mereka.

 Efek berganda itu juga hadir di dunia pendidikan. Di Desa Melilian, rehabilitasi SD Negeri 12 Gelumbang memberikan suasana belajar yang lebih aman dan nyaman bagi para siswa. Sementara di Dusun II Desa Pagar Bulan, peningkatan sarana dan prasarana PAUD Al-Barokah menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi masa depan. Setiap ruang kelas yang diperbaiki sesungguhnya adalah ruang yang membuka peluang lahirnya mimpi-mimpi baru.

 Di bidang infrastruktur, manfaat industri hulu migas tampak dalam pembangunan turap jalan raya di tepi sungai Desa Tapus. Bagi masyarakat setempat, keberadaan turap bukan sekadar konstruksi beton. Ia menjadi pelindung akses transportasi yang menghubungkan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kehidupan sosial warga. Begitu pula pembangunan fasilitas MCK pada gedung olahraga desa yang mendukung kenyamanan berbagai kegiatan masyarakat.

 Komitmen terhadap keberlanjutan juga diwujudkan melalui program penghijauan bersama SKK Migas dengan penanaman mangrove di Desa Sungsang IV, Kecamatan Banyuasin II. Ribuan akar mangrove yang tumbuh di pesisir bukan hanya menjaga garis pantai dari abrasi, tetapi juga menjadi simbol bahwa pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan.

 Bahkan ketika bencana banjir melanda wilayah Aceh, kepedulian itu melampaui batas area operasi perusahaan. Bantuan kemanusiaan yang disalurkan menjadi bukti bahwa nilai kebermanfaatan industri tidak berhenti pada kegiatan bisnis semata, tetapi juga hadir dalam semangat gotong royong dan solidaritas sosial.

 Pada akhirnya, efek berganda hulu migas tidak selalu berbentuk angka investasi atau statistik pertumbuhan ekonomi. Ia hadir dalam ruang kelas yang lebih layak, layanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau, jalan yang lebih aman dilalui, lingkungan yang lebih lestari, dan masyarakat yang merasa diperhatikan. Dari kedalaman bumi tempat energi diproduksi, lahir pula energi lain yang tak kalah penting: harapan.

 Di sinilah makna sesungguhnya dari industri hulu migas. Bukan hanya tentang menghasilkan energi bagi bangsa, tetapi juga tentang menyalakan peluang, memperkuat kehidupan, dan menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat di sekitarnya.