Breaking News

Cerdas Cermat Empat Pilar Ricuh



Penulis: H. Albar Sentosa Subari, S.H., S.U.  (Mantan Juri Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI)

Jendelakita.my.id. - Beredar video di media sosial yang viral mengenai kericuhan dalam perlombaan Cerdas Cermat Empat Pilar di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Sebenarnya, kericuhan tersebut dapat diselesaikan dengan baik tanpa adanya saling menyalahkan antartim peserta. Masing-masing pihak tentu memiliki argumentasi yang berbeda, bahkan saling bertentangan.

Penulis, pada masa populernya perlombaan Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI sekitar tahun 2000, pernah beberapa kali menjadi juri dalam kegiatan yang dilaksanakan di Kota Palembang pada masa kepemimpinan Ketua MPR RI saat itu, almarhum H. Taufik Kiemas.

Pada waktu itu, dewan juri biasanya terdiri atas tiga orang. Satu juri berasal dari daerah penyelenggara, sedangkan dua lainnya berasal dari Sekretariat Jenderal MPR RI. Pada setiap babak, pasangan juri juga berganti untuk menjaga objektivitas penilaian.

Para juri yang ditunjuk saat itu merupakan mereka yang telah memiliki sertifikat kelulusan penataran P4 yang diselenggarakan oleh Sekretariat Jenderal MPR RI. Penulis sendiri pernah mengikuti penataran Training of Trainers (TOT) di Sawangan, Bogor, selama dua minggu.

Kembali pada persoalan utama, sebenarnya masalah tersebut dapat diselesaikan secara bijak dan adil. Ketika muncul protes dari salah satu tim peserta, seharusnya pertanyaan yang dipermasalahkan dibatalkan dan diganti dengan soal cadangan atau soal baru. Dengan demikian, tidak akan muncul rasa saling curiga antarpeserta.

Itulah langkah yang paling bijak dan adil. Fungsi soal cadangan memang disiapkan untuk mengantisipasi terjadinya perbedaan pendapat atau keberatan dari peserta.

Sebagai catatan, saat pelaksanaan di Kota Palembang, terdapat tiga orang juri yang bertugas. Dua orang berasal dari Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, termasuk penulis, dan satu orang lainnya berasal dari IAIN Raden Fatah Palembang yang kini telah menjadi UIN Raden Fatah Palembang.