Breaking News

Hanya Dirimu Sendiri Yang Dapat Mengubah Hidupmu

Penulis: H. Albar Sentosa Subari, S.H., S.U. 

Jendelakita.my.id. - Tidak sedikit orang yang ingin menjadi sukses, tetapi sudah merasa takut terlebih dahulu. Ada yang takut gagal dan ada pula yang takut menjadi orang sukses. Untuk mengatasi ketakutan itu, banyak orang meminta bantuan kepada orang lain. Padahal, orang lain belum tentu mampu memberikan pertolongan yang benar-benar dibutuhkan.

Ketika hidup terasa sulit dan cita-cita belum tercapai, banyak hal terasa tidak menyenangkan. Dalam keadaan seperti itu, cobalah lebih banyak bercermin pada diri sendiri. Jangan terlalu berharap pada bantuan orang lain, karena sesungguhnya yang paling mampu menolong diri kita adalah diri kita sendiri.

Dikisahkan, ada seorang ustaz ternama yang menjadi teladan bagi banyak orang. Suatu pagi, sebuah stasiun televisi datang untuk meliput dan mewawancarainya. Seorang reporter mendekatinya lalu bertanya, “Maaf, Pak Ustaz, bolehkah Bapak menceritakan kepada kami dan pemirsa di rumah, apa yang membuat Bapak menjadi orang sukses seperti sekarang?”

Ustaz tersebut terdiam sejenak, lalu berkata, “Seekor anjing adalah guru saya.”

Jawaban itu sontak membuat banyak orang terkejut. Reporter tersebut pun bertanya dengan penuh rasa penasaran, “Bagaimana bisa, Pak Ustaz?”

Ustaz itu menarik napas panjang dan mulai bercerita.

“Lima tahun yang lalu, saya pernah memutuskan untuk bunuh diri karena depresi berat yang saya alami. Saat itu saya berniat menceburkan diri ke sebuah danau di daerah tempat tinggal saya. Ketika hendak melompat, saya melihat seekor anjing yang sangat kehausan dan ingin minum di danau tersebut.

Namun, setiap kali anjing itu mendekati air, ia melihat bayangan seekor anjing lain di permukaan air. Ketika ia menggonggong, bayangan itu pun tampak ikut menggonggong. Anjing itu mundur karena ketakutan. Akan tetapi, rasa hausnya begitu kuat. Ia kembali mendekat dan menjulurkan lidahnya, tetapi bayangan di air melakukan hal yang sama. Anjing itu kembali terkejut.

Karena rasa hausnya sudah tidak tertahankan, akhirnya anjing itu memberanikan diri dan langsung menceburkan diri ke dalam danau. Ternyata, setelah ia terjun, tidak ada anjing lain di dalam air itu. Yang selama ini dilihatnya hanyalah bayangannya sendiri.

Sejak saat itu saya berpikir, mengapa saya tidak mencoba terjun saja ke dalam kehidupan saya sendiri dan menghadapi semua ketakutan yang ada? Dari situlah saya belajar banyak dari seekor anjing.”

Terkadang, tanpa disadari, kita hampir sama seperti kisah tersebut, meskipun mungkin hanya sebuah cerita fiksi. Untuk melawan ketakutan, terkadang solusinya adalah menghadapi langsung “danau kehidupan” kita sendiri, menjalaninya dengan berani, dan menikmati proses kehidupan itu.

Untuk memulai kehidupan yang lebih baik, seseorang harus berani melawan rasa takut. Ketika kesuksesan telah diraih, jangan lagi ada penyesalan atas masa lalu. Apa yang telah terjadi, biarlah menjadi pelajaran hidup.

Begitu pula bagi mereka yang masih takut akan kegagalan. Jangan takut untuk mencoba. Jika gagal, itu bukan akhir dari segalanya. Saatnya bercermin pada diri sendiri: seberapa kuat tekad yang dimiliki, seberapa cerdas dan keras usaha yang dilakukan, serta seberapa serius dan fokus dalam menjalani kehidupan.

Semua itu pada akhirnya bergantung pada diri kita sendiri. Jagalah diri dan keluarga dari api neraka sebagaimana perintah Allah Swt. Sesungguhnya, kesuksesan maupun kegagalan sangat dipengaruhi oleh pilihan dan usaha diri sendiri, bukan oleh orang lain. Yakinlah bahwa kita mampu menolong diri kita sendiri dengan izin Allah Swt.