Warga Keluhkan Air Keruh dan Tidak Mengalir: Feri Isrop Serap Aspirasi Pelanggan PDAM Terkait Krisis Air Bersih
Jendelakita.my.id. - Sabtu, 9 Mei 2026, salah satu calon kandidat Direktur PDAM Tirta Bukit Sulap, Feri Isrop, turun langsung ke lapangan guna memastikan berbagai keluhan masyarakat terkait pelayanan air bersih yang selama ini menjadi kebutuhan utama warga. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan yang dirasakan pelanggan, terutama mengenai kualitas air yang dinilai keruh serta distribusi air yang sering tidak mengalir dalam waktu cukup lama. Kondisi tersebut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat karena air bersih merupakan kebutuhan pokok yang digunakan setiap hari untuk keperluan rumah tangga.
Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, Feri Isrop terlihat menyapa warga dan melakukan komunikasi secara langsung dengan para pelanggan PDAM Tirta Bukit Sulap. Dalam kesempatan itu, ia mendengarkan berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat terkait pelayanan air bersih yang hingga kini dinilai belum optimal. Warga berharap adanya perubahan nyata pada tubuh PDAM Tirta Bukit Sulap, khususnya dalam peningkatan kualitas pelayanan, pemerataan distribusi air, serta perbaikan sistem pengelolaan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.
Salah satu warga yang menyampaikan keluhan adalah Salifah, warga Kelurahan Jogoboyo, Kecamatan Lubuklinggau Utara II. Ia mengaku merupakan pelanggan aktif PDAM Tirta Bukit Sulap sejak tahun 2019 dan telah menjadi pelanggan tetap selama kurang lebih tujuh tahun. Menurutnya, selama menjadi pelanggan, persoalan distribusi air masih sering terjadi. Bahkan dalam beberapa kondisi tertentu, air tidak mengalir selama berbulan-bulan sehingga masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Selain persoalan distribusi, kualitas air yang diterima pelanggan juga menjadi perhatian serius warga. Air yang mengalir ke rumah-rumah pelanggan terkadang dalam kondisi keruh dan dinilai kurang layak digunakan untuk kebutuhan konsumsi maupun aktivitas rumah tangga lainnya. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat harus mencari alternatif lain dengan membeli air galon ataupun air bersih dari pihak lain demi memenuhi kebutuhan keluarga mereka. Situasi itu tentu menambah beban pengeluaran masyarakat di tengah kebutuhan ekonomi yang semakin meningkat.
Dalam kesempatan tersebut, Salifah menitipkan harapan besar kepada pemimpin baru PDAM Tirta Bukit Sulap periode 2026–2031 agar mampu membawa perubahan nyata terhadap pelayanan air bersih di Kota Lubuklinggau. Ia berharap persoalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat dapat segera mendapatkan solusi sehingga warga tidak lagi mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
"Kami berharap persoalan kesusahan kesulitan air bersih saat sekarang ini bisa ada solusi dengan pemimpin baru, kenapa ini merupakan kebutuhan ke saharian yang setiap saat dibutuhkan, mirisnya lagi jika air tidak mengalir berbulan-bulan terpaksa beli air galon." ungkap penuh harap di hadapan. Feri Isrop.
Kehadiran Feri Isrop di tengah masyarakat dinilai menjadi langkah positif karena dapat melihat secara langsung kondisi yang dialami pelanggan. Dengan turun ke lapangan, diharapkan berbagai persoalan pelayanan PDAM Tirta Bukit Sulap dapat menjadi perhatian serius sehingga ke depan masyarakat memperoleh pelayanan air bersih yang lebih baik, merata, dan berkualitas.