Memprihatinkan, Jalan Desa Sadu Kecamatan BTS Ulu Kabupaten Musi Rawas Rusak Parah dan Berlumpur
Kondisi tersebut diperparah dengan tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Genangan air hujan menutupi lubang-lubang jalan, sementara permukaan jalan yang berlumpur meningkatkan risiko tergelincir, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Sebagai bentuk sindiran atas lambannya perbaikan jalan, sejumlah pelajar mengabadikan momen tersebut dengan berfoto di jalan yang digenangi air keruh dan berlumpur. Momen tersebut pun viral di media sosial, seperti Facebook.
Dalam foto yang beredar luas, terlihat para pelajar berdiri dan berpose di jalan yang dipenuhi air keruh dan lumpur.
Menyikapi hal tersebut, Camat BTS Ulu, Marzuki Usman, mengatakan bahwa belum dilakukannya perbaikan akses jalan tersebut karena status jalan berada dalam kawasan hutan.
“Untuk peningkatan menjadi hotmix tidak bisa dilakukan karena akses jalan tersebut terletak di kawasan hutan, sehingga perbaikannya terkendala. Namun, pihak Pemkab Musi Rawas telah berupaya melakukan pengerasan jalan menggunakan agregat pada tahun sebelumnya,” ungkap Marzuki Usman kepada wartawan, Sabtu (18/4/2026).
Ia menambahkan, struktur tanah yang labil menyebabkan pengerasan tersebut tidak bertahan lama, terlebih jalan tersebut juga dilalui kendaraan angkutan yang melebihi kapasitas tonase.
“Kalaupun jalan itu sudah tidak berada di kawasan hutan, tentu pemerintah dapat melakukan perbaikan secara maksimal. Selain itu, akses jalan Desa Sembatu Jaya juga berada dalam kawasan hutan. Jadi, ada dua desa yang kondisi jalannya seperti ini,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sekitar 95 persen akses jalan di Kecamatan BTS Ulu sudah beraspal. Namun, di beberapa titik masih terdapat kerusakan akibat angkutan yang melebihi tonase serta faktor cuaca.
“Di wilayah lain kondisi jalan cukup baik, bahkan di Gunung Kembang sudah menggunakan hotmix. Jadi, kerusakan jalan ini dipengaruhi oleh angkutan berlebih dan curah hujan,” tambahnya.
Pihak kecamatan terus mengimbau perangkat desa dan kepala desa agar kendaraan angkutan tidak melebihi tonase dalam setiap pertemuan.
“Kami hanya sebatas memberikan imbauan karena bukan kewenangan kami untuk menindak angkutan yang melebihi tonase,” pungkasnya.
Untuk diketahui, tidak hanya Desa Sadu yang mengalami kondisi jalan berlumpur. Desa Sindang Laya dan Mukti Karya di Kecamatan Muara Lakitan juga mengalami hal serupa. Bahkan, sempat terjadi peristiwa memilukan ketika seorang warga yang hendak berobat meninggal dunia di tengah perjalanan karena kesulitan melintasi jalan yang rusak parah sehingga terlambat mendapatkan penanganan medis.
(SMSI Musi Rawas)
