Breaking News

Disorganisasi sosial ( lemahnya norma sosial akibat mobilitas dan heterogenitas masyarakat kota )

 

Nama : Busro Karim 
Mahasiswa STAI BUMI SILAMPARI Lubuklinggau 

Disorganisasi sosial adalah kondisi ketika norma, nilai, dan struktur sosial dalam suatu masyarakat mengalami pelemahan atau tidak lagi berfungsi secara efektif dalam mengatur perilaku anggotanya. Dalam , konsep ini sering digunakan untuk menjelaskan munculnya konflik, penyimpangan sosial, hingga menurunnya solidaritas sosial.

1. Disorganisasi Sosial dalam Perspektif Pedesaan

Dalam , masyarakat desa umumnya dikenal memiliki hubungan sosial yang erat, bersifat kekeluargaan, dan menjunjung tinggi nilai gotong royong.

Namun, disorganisasi sosial di pedesaan terjadi ketika:

  • Masuknya modernisasi → nilai tradisional mulai tergeser oleh nilai individualisme
  • Migrasi (urbanisasi) → banyak pemuda desa pindah ke kota, menyebabkan kekosongan peran sosial
  • Konflik sumber daya → seperti sengketa tanah atau hasil pertanian
  • Lemahnya lembaga adat → aturan adat tidak lagi ditaati secara kuat

Ciri khasnya:

  • Mulai berkurangnya solidaritas sosial
  • Menurunnya partisipasi dalam kegiatan kolektif (gotong royong)
  • Munculnya konflik internal yang sebelumnya jarang terjadi

2. Disorganisasi Sosial dalam Perspektif Perkotaan

Dalam , masyarakat kota cenderung lebih heterogen, dinamis, dan bersifat individualistik.

Disorganisasi sosial di perkotaan biasanya disebabkan oleh:

  • Kepadatan penduduk tinggi → memicu persaingan dan konflik sosial
  • Anonimitas (tidak saling mengenal) → kontrol sosial menjadi lemah
  • Kesenjangan sosial ekonomi → perbedaan kaya-miskin yang tajam
  • Mobilitas tinggi → hubungan sosial cenderung sementara

Ciri khasnya:

  • Tingkat kriminalitas lebih tinggi
  • Munculnya kawasan kumuh (slum area)
  • Lemahnya kontrol sosial informal (tetangga tidak saling peduli)
  • Tingginya stres sosial dan konflik antar kelompok

3. Perbandingan Pedesaan vs Perkotaan

Aspek Pedesaan Perkotaan
Hubungan sosial Erat, kekeluargaan Longgar, individualistik
Penyebab utama disorganisasi Modernisasi & migrasi Kepadatan & kesenjangan
Kontrol sosial Kuat (adat & norma) Lemah (anonimitas tinggi)
Dampak utama Lunturnya tradisi Kriminalitas & konflik sosial

4. Analisis Sosiologis

Menurut perspektif klasik seperti , disorganisasi sosial berkaitan dengan kondisi anomie, yaitu keadaan tanpa norma yang jelas dalam masyarakat.

  • Di desa → anomie muncul karena perubahan cepat dari tradisional ke modern
  • Di kota → anomie muncul karena kompleksitas kehidupan dan lemahnya ikatan sosial