Bupati Musi Rawas Hadiri Sarasehan Kebangsaan: Menyikapi Tantangan Global dengan Semangat Pancasila
![]() |
Foto: FB / Musi Rawas |
Sarasehan dibuka secara resmi oleh Ketua MPR RI, Ahmad Muzani. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa perubahan geopolitik global merupakan tantangan sekaligus peluang bagi Indonesia. Ia menyampaikan bahwa dalam situasi dunia yang penuh dengan ketidakpastian, ideologi Pancasila harus senantiasa dijaga dan dinyalakan sebagai penuntun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ahmad Muzani menegaskan bahwa keberagaman yang dimiliki oleh Indonesia dapat menjadi kekuatan besar, namun juga dapat menjadi kelemahan apabila tidak diikat dengan kuat oleh nilai-nilai Pancasila. Ia menyampaikan dengan lantang, “Tanpa Pancasila, Indonesia bukan hanya kehilangan masa lalu, tapi juga kehilangan masa depan,” yang menggambarkan pentingnya ideologi ini sebagai pondasi bangsa dalam menghadapi tantangan global.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Hj. Ratna Machmud menyampaikan pandangannya bahwa sarasehan ini memiliki nilai strategis yang sangat besar, terutama dalam konteks daerah. Menurutnya, perubahan geopolitik dunia saat ini tidak hanya berdampak pada ranah ekonomi dan politik global, tetapi juga turut memengaruhi kondisi di tingkat lokal, termasuk di wilayah kabupaten. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang cermat dan komprehensif agar pemerintah daerah mampu bersikap adaptif dan responsif dalam menghadapi perubahan tersebut. Bupati Ratna juga menyatakan optimismenya bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga memberikan wawasan baru serta langkah-langkah konkret yang dapat diterapkan untuk memperkuat posisi daerah dalam konteks nasional dan global.
Sarasehan Kebangsaan ini diikuti oleh 847 peserta yang berasal dari berbagai kalangan strategis, termasuk pimpinan lembaga tinggi negara, para menteri kabinet, gubernur, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) provinsi, serta para bupati dan wali kota dari seluruh Indonesia. Narasumber yang dihadirkan pun berasal dari institusi penting seperti Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), BPIP, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta Kementerian Keuangan. Keberagaman peserta dan narasumber ini menjadikan sarasehan sebagai forum yang inklusif dan memperkaya diskusi dalam upaya merumuskan solusi bersama guna memperkokoh ideologi Pancasila dalam menghadapi tantangan geopolitik global yang semakin kompleks. (Rilis/Adv)