Breaking News

Satu Ayat, Sejuta Manfaat


Penulis: H. Albar Sentosa Subari, S.H., S.U. 

Jendelakita.my.id. - Walaupun kita baru memiliki sedikit ilmu agama dan amal yang telah dikerjakan, sampaikanlah yang sedikit itu terlebih dahulu. Sambil terus menambah ilmu dan amal hingga akhir hayat, insya Allah kita meninggal dalam keadaan khusnul khatimah. Sambil menunggu keahlian berceramah muncul dengan sendirinya seiring bertambahnya ilmu dan amal, jangan menunda untuk berbagi kebaikan.

Mungkin ada yang berdalil, “Aku tidak bisa mendakwahi orang karena pengetahuanku tentang agama sangat minim.” Bagaimana menjawab pertanyaan seperti itu? Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Sampaikanlah dakwah walau satu ayat (HR. Bukhari).” Hadis ini menjadi landasan bahwa sekecil apa pun ilmu yang dimiliki tetap dapat disampaikan.

Walaupun hanya memahami satu ayat, sampaikanlah kepada orang lain. Walaupun mendapatkan ilmu dari khotbah Jumat, dari mendengarkan radio, atau dari media sosial, sampaikanlah pula kepada orang lain. Jika menghadiri pengajian majelis taklim, ceritakan kepada sanak saudara apa yang diperoleh dari pengajian tersebut. Bahkan, alangkah baiknya jika pengurus masjid membuat ringkasan untuk dipublikasikan di media sosial. Insya Allah, diawali dari hal-hal kecil, petunjuk Allah akan datang kepada hamba yang dikehendaki-Nya.

Sekali lagi, jangan jadikan dosa-dosa yang pernah dilakukan sebagai penghalang untuk berdakwah. Tidak ada manusia yang sempurna; manusia adalah tempat salah dan dosa. Biasakan beristigfar dan memohon ampunan kepada Allah atas dosa yang pernah dilakukan. Nabi Muhammad Saw. yang sudah dijamin masuk surga saja setiap hari beristigfar dan memohon ampunan kepada Allah minimal 100 kali.

Berdakwah sesungguhnya membantu seseorang dalam memperbaiki dirinya sendiri. Jangan sekali-kali sebagai seorang Muslim berkata, “Aku tidak akan berdakwah sampai keimananku betul-betul sempurna.” Lalu bagaimana solusinya? Berdakwahlah dengan keimanan Anda apa adanya. Menyebarkan Islam (syiar agama Islam) adalah tanggung jawab kita bersama.

Allah Swt. berfirman, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (Al-Qur'an, Surah Ar-Ra’d ayat 11). Ayat ini menegaskan bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri.

Renungkan kisah dakwah Nabi Muhammad Saw. Beliau dahulu berdakwah seorang diri di muka bumi, kemudian mencari pendamping. Rasulullah Saw. mulai mendakwahi Abu Bakar. Mereka berdua begitu semangat dan teguh di tengah masyarakat kafir saat itu.

Bagaimana dengan Anda? Bukankah lebih dari satu miliar penduduk bumi ini sudah beridentitas Muslim? Abu Bakar masuk Islam dan berhasil mengajak tujuh orang sahabatnya. Dari tujuh bertambah menjadi 70 orang yang masuk Islam. Setelah Nabi Muhammad Saw. menjadi Rasul selama 23 tahun, seluruh penduduk Mekah dan sebagian besar penduduk Madinah menjadi Muslim.