Ulangan!
Tulisan oleh : Zakia Khumairah
(Siswa SMA Negeri Tugumulyo / Peserta Bimtek Literasi BACA - DISKUSI - AKSI - Relima Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Lokus Kabupaten Musi Rawas)
Jendelakita.my.id. - Bel jam pelajaran kelima berbunyi. Saat memasuki kelas, Bu Ayu langsung duduk di meja guru dan berkata, "Hari Senin nanti ada ulangan harian, ya, anak-anak," kata Bu Ayu.
Mendengar pengumuman tersebut, murid-murid mulai ramai dan sibuk menanyakan materi apa saja yang akan masuk dalam ulangan. Suasana kelas semakin gaduh hingga Bu Ayu kewalahan menghadapi siswa-siswinya.
Bu Ayu kemudian setengah berteriak meminta mereka untuk diam. Tidak lama kemudian, murid-murid di kelas itu pun mulai tenang.
"Kalian ini sudah besar masih saja suka ribut, kalau mau nanya itu ya satu-satu," kata Bu Ayu kesal.
Akhirnya, para murid mulai menyampaikan pertanyaan mereka satu per satu. Setelah semua pertanyaan dijawab, Bu Ayu melanjutkan pelajaran dan menjelaskan materi yang kemungkinan akan masuk dalam ulangan.
Ketika Hari Senin Tiba
Hari Senin pun tiba. Bu Ayu memasuki kelas dengan penuh semangat.
"Assalamualaikum anak-anak," ujar Bu Ayu.
"OKE sekarang kalian keluarin kertas satu lembar, pulpen dan tipe X, saja," kata Bu Ayu.
Setelah Bu Ayu membagikan soal, seluruh murid mulai mengerjakan ulangan dengan tenang. Namun, ketika berkeliling mengawasi siswa, Bu Ayu melihat Beni yang tampak mencurigakan.
Saat Bu Ayu mendekati mejanya, Beni dengan tergesa-gesa berusaha menyembunyikan kertas contekan yang digunakannya. Namun, semuanya sudah terlambat karena Bu Ayu telah mengetahuinya.
Bu Ayu kemudian meminta kertas contekan tersebut. Dengan perasaan takut, Beni menyerahkannya kepada Bu Ayu. Melihat hal tersebut, Bu Ayu tampak sangat marah. Ia langsung merobek kertas contekan milik Beni. Akibatnya, Beni tidak dapat menggunakan contekan tersebut untuk melanjutkan ulangan.
Setelah jam pelajaran selesai, Bu Ayu meminta Beni mengikutinya ke ruang guru. Di sana, Bu Ayu menegur Beni.
"Beni ibu itu paling tidak suka sama murid yang mencontek kenapa kamu mencotek??" kata Bu Ayu dengan nada sedikit meninggi.
Beni kemudian menjawab, "ya bu maaf, saya khilaf saya tidak tahu jawabannya makanya saya mencontek."
Bu Ayu berpikir sejenak sebelum memberikan hukuman.
"kamu ibu hukum membersihkan wc," ujar Bu Ayu.
"yahh buu," kata Beni.
"jika kamu mengeluh lagi akan ibu tambah mau?" ujar Bu Ayu.
"tidak buu," kata Beni.
Saat bel pulang sekolah berbunyi, Beni pergi ke WC untuk membersihkannya. Ia merasa sangat sedih karena hanya dirinya yang masih berada di sekolah.
Setelah selesai membersihkan WC, Bu Ayu datang dan berkata, "nanti kalau kamu mengulanginya lagi ibu akan menghukummu lebih dari ini," ancam Bu Ayu.
Beni hanya membalasnya dengan senyuman.
"sudah pulang saja ini biar dilanjutkan sama kebersihan sekolah saja," kata Bu Ayu.
"beneran buu?" ujar Beni.
"iya tidak apa asalkan kamu tidak mengulanginya lagi."
"baik buu," kata Beni.
Dari kejadian tersebut, Beni akhirnya menyadari bahwa menyontek bukanlah tindakan yang baik. Ulangan seharusnya dikerjakan dengan kemampuan sendiri sebagai bentuk tanggung jawab atas proses belajar.
Kesimpulan: Jangan menyontek saat ulangan karena hasil yang diperoleh dengan kejujuran jauh lebih berharga daripada nilai yang didapat dengan cara curang.