Breaking News

Perjalanan Dunia Aksara

 


Tulisan oleh : Rara Najwa Amadhea

(Siswa SMA Negeri Tugumulyo / Peserta Bimtek Literasi BACA - DISKUSI - AKSI - Relima Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Lokus Kabupaten Musi Rawas)

.......................

Hai, namaku Rara Najwa Amadhea. Aku ingin membagikan kisah perjalanan hidupku bersama dunia menulis. Sejak kecil, aku merupakan pribadi yang cukup tertutup dan jarang menceritakan sesuatu kepada orang lain. Dalam pandanganku saat itu, manusia kerap mengenakan 'topeng' untuk menyembunyikan wajah aslinya. Karena pernah mengalami kekecewaan dan merasa ragu untuk terbuka kepada sesama, aku memilih mencurahkan segala riak pikiran dan perasaan ke atas kertas. Goresan tinta tidak pernah menghakimi. Bagiku, menulis adalah rumah termewah untuk pulang, sebuah ruang aman tempat aku bebas mengekspresikan diri, imajinasi, dan emosi tanpa rasa takut disakiti ataupun dicaci.

Kecintaanku terhadap teks sebenarnya berawal dari kegemaran membaca. Buku pelajaran, cerita rakyat, cerpen, komik, hingga novel tebal semuanya menjadi bahan bacaanku. Namun, sebuah momen berharga terjadi ketika aku berhasil menyelesaikan novel pertamaku. Sebuah pertanyaan mendalam muncul di benakku: "Bagaimana seseorang bisa merajai kata hingga tercipta kisah seindah ini?" Sejak saat itu, rasa ingin tahuku semakin besar. Aku tidak lagi ingin sekadar menjadi penikmat karya. Tumbuh sebuah mimpi untuk dapat menciptakan dan menerbitkan buku karyaku sendiri.

Perjalanan kecilku dalam dunia menulis dimulai dengan mendokumentasikan berbagai perasaan. Saat jatuh cinta, bersedih, hingga menghadapi kekecewaan mendalam, semuanya kutuangkan dalam bentuk prosa bebas. Seiring waktu, kosakataku semakin berkembang. Tulisan yang awalnya sederhana perlahan menjadi lebih kaya dengan diksi yang mendalam dan penuh makna. Dari sanalah, menulis secara resmi menjadi bagian dari duniaku.

Untuk mengembangkan kemampuan tersebut, aku memutuskan bergabung dengan ekstrakurikuler LIBRA di sekolah. Melalui wadah ini serta bimbingan para guru, aku memperoleh banyak pengetahuan tentang teknik kepenulisan yang baik dan benar. Berbagai lokakarya, kompetisi, dan kegiatan literasi, baik di dalam maupun di luar sekolah, rutin kuikuti. Beragam pengalaman itu tidak hanya meningkatkan kemampuan menulisku, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri untuk terus menghasilkan karya.

Salah satu titik balik terpenting dalam proses belajarku adalah ketika mengikuti Bimtek Kepenulisan. Kegiatan intensif tersebut dibimbing langsung oleh Bapak Supriadi, M.M., seorang penulis senior yang berdedikasi dan berasal dari Lubuklinggau. Beliau membahas secara mendalam teknik menyusun gagasan agar sebuah tulisan terasa lebih hidup dan berkesan. Kami memperoleh pemahaman mendasar mengenai struktur kepenulisan, pola pengembangan ide, hingga batas-batas etika dalam berkarya. Motivasi serta wawasan yang beliau bagikan semakin menguatkan tekadku untuk terus melangkah di dunia aksara.