Kasih Sayang Seorang Robot
Tulisan oleh : Vanesha Regina Putri
(Siswa SMA Negeri Tugumulyo / Peserta Bimtek Literasi BACA - DISKUSI - AKSI - Relima Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Lokus Kabupaten Musi Rawas)
Jendelakita.my.id. - Suara mesin terdengar setiap saat, seperti berada di sebuah bengkel. Namun, tempat itu bukanlah bengkel, melainkan sebuah laboratorium. Dari balik jendela salah satu ruangan, terlihat seorang ilmuwan yang sedang menyelesaikan proyeknya. Ia berhasil menciptakan sebuah robot remaja perempuan bernama Kinan. Robot tersebut masih terbaring di salah satu ranjang laboratorium.
Ilmuwan itu berkata, "huh, akhirnya sudah selesai setelah sekian lama" mengelap keringatnya.
Kinan kemudian terbangun dan berkata, "s-siapa k-kamu" dengan nada kaku seperti suara robot.
Ilmuwan itu kemudian menjawab, "aku adalah orang yg telah membuat kamu,dan kamu sekarang adalah anak saya".
Kinan berkata, "b-baik t-tuan".
Ilmuwan itu menjawab, "jangan pernah panggil aku tuan,panggil ayah".
Singkat cerita, Kinan kemudian tinggal di rumah ilmuwan tersebut. Ketika mereka baru saja masuk ke rumah, tiba-tiba muncul seorang laki-laki yang keluar dari kamarnya. Laki-laki tersebut bernama "Maykel".
Ilmuwan itu kemudian berkata, "selamat datang dirumah barumu dan ini adalah Abang kamu,namanya adalah Maykel" sambil tersenyum gembira.
Suasana di rumah tersebut mendadak hening.
Maykel: "l-lohhh pah,papah kapan nikah??tiba tiba banget punya anak cewe,dan tiba tiba dicap jadi adik aku lagi,aku gak bakal mau ya pah punya adik" dia terkejut dan marah.
Ilmuwan tersebut marah dan berkata, "jangan bandel,dengar apa yang papa ucapkan!!asalkan kamu tau papa lakuin ini juga demi kamu,papa kasian lihat kamu yang selalu merasa kesepian".
Suasana kembali sunyi. Setelah itu, sang ilmuwan menyuruh Kinan masuk ke kamar yang telah disiapkan untuknya.
Dua hari kemudian, Kinan dan Maykel mulai bersekolah. Hubungan keduanya tidak pernah berjalan dengan baik. Mereka sering bertengkar, sedangkan Maykel dikenal sebagai sosok yang keras kepala, tidak mau mengalah, dan kerap menyalahkan Kinan atas berbagai hal.
Salah satu kejadian yang membuat hubungan mereka semakin buruk terjadi ketika perayaan Imlek. Saat itu, Kinan dan Maykel diajak ayah mereka untuk mengunjungi neneknya.
Ketika melihat Kinan dan Maykel, sang nenek bertanya,
"Maykel,itu adik kamu diajak main dong,atau enggak diajak kemana gitu kasian tau"
Kemudian nenek memanggil Kinan.
"Kinan,sini nak"
Kinan: "iya nek"
Nenek kemudian berkata,
"Maykel mau ngajak kamu kesuatu tempat,mau ya kamu ikut"
Kinan sempat merasa ragu. Namun, ia tidak tega melihat raut wajah neneknya. Akhirnya, Kinan pun menjawab,
"Iya aku mau nek"
Dalam perjalanan, Maykel terlihat sangat kesal. Ia kemudian berkata,
"IHH,kenapa sihh aku tuh harus punya adik seperti kamu,aku enggak suka dan enggak mau,aku benar benar gak suka,dan Lo jangan pernah berharap untuk dapat kasih sayang dari aku ataupun pengakuan dari aku, PAHAM!!!"
Setelah kejadian tersebut, keinginan Kinan untuk membangun hubungan yang baik dengan Maykel semakin sulit terwujud. Maykel begitu membenci Kinan sehingga ia tidak memberikan kesempatan kepada adiknya untuk mendekatinya.
Beberapa waktu kemudian, Maykel dan Kinan kembali diajak berlibur oleh ayah mereka ke sebuah pantai. Sebelum pergi, sang ayah mengetahui kondisi Kinan sehingga ia mengingatkan Kinan agar selalu berhati-hati terhadap air.
Namun, Maykel tidak mengetahui keadaan sebenarnya. Tanpa mengetahui bahwa Kinan adalah robot, ia kemudian mendorong Kinan hingga masuk ke sungai. Sesaat setelah berada di dalam air, tubuh Kinan tiba-tiba seperti tersetrum.
Melihat kejadian tersebut, Maykel terkejut dan berusaha menyelamatkan Kinan. Namun, ayah mereka yang sigap langsung menyelamatkan Kinan dan membawanya ke laboratorium.
Maykel yang panik segera bertanya kepada ayahnya,
"Yah,gimana keadaan Kinan,dan kenapa dibawa ke lab bukan ke RS??apa ayah menyembunyikan sesuatu??"
Ayahnya kemudian menjawab,
"akhirnya waktu ini terungkap,nak sebenarnya Kinan itu robot yang papa buat untuk menemani kamu,tapi ternyata kamu enggak pernah ngehargain keberadaan dia,dan papa yang habis pikir itu mengenai kejadian tadi,kamu tuh kenapa sihh bisa ngak NGEHARGAIN ORANG YANG SAYANG SAMA KAMU" dengan nada marah.
Maykel menjawab,
"maafin aku yahh,aku salahhh aku enggak tau"
Ayahnya kemudian berkata,
"percuma kamu minta maaf sekarang,semua sudah terlambat,sekarang kamu harus rela melupakan Kinan"
Mendengar perkataan tersebut, Maykel langsung menangis. Ia menyesali semua perlakuannya terhadap Kinan. Ia baru menyadari bahwa selama ini Kinan selalu berusaha menjadi adik yang baik dan ingin mendapatkan kasih sayang darinya.
Meski Kinan telah pergi, kenangan tentang dirinya tetap tersimpan dalam ingatan Maykel. Penyesalan itu menjadi pelajaran berharga baginya bahwa seseorang sering kali baru menyadari arti kehadiran orang lain setelah kehilangannya.
Maykel pernah berkata kepada Kinan,
"Nan,adikku maafin Abang yaaa....Abang bener bener merasa menyesal dengan kejadian yang kamu timpa dan maafin Abang karena Abang gak pernah nganggep kamu ada,Abang harap kamu maafin Abang dan Abang gak akan pernah lupain kamu,sekali lagi maafin Abang yaa"
Kisah Kinan dan Maykel menunjukkan bahwa kasih sayang tidak selalu datang dalam bentuk yang sempurna. Namun, selama seseorang masih berada di sisi kita, keberadaannya harus dihargai dan disayangi.