Breaking News

Kebakaran Hutan Tepat di Hari Ulang Tahunku

 


  Tulisan oleh : Pasya Ramadani

(Siswa SMA Negeri Tugumulyo / Peserta Bimtek Literasi BACA - DISKUSI - AKSI - Relima Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Lokus Kabupaten Musi Rawas)

Jendelakita.my.id. - Tanggal 6 September 2026 seharusnya menjadi hari yang istimewa bagi saya karena pada hari tersebut usia saya bertambah. Jauh sebelum hari itu tiba, ayah saya sibuk mempersiapkan kelahiran saya, sementara ibu berjuang untuk melahirkan saya ke dunia.

Namun, perasaan bahagia di hari ulang tahun kali ini bercampur dengan kesedihan. Tepat pada malam hari sekitar pukul 18.10 WIB, kobaran api besar terlihat di desa kelahiran saya. Kebakaran tersebut ternyata melanda kawasan hutan atau kebun di "GUNUNG RIMBO BATU MARGA BAKTI".

Tidak lama kemudian, suasana desa menjadi ramai. Warga berbondong-bondong datang untuk melihat kondisi kebakaran. Kendati demikian, proses penanganan menghadapi kendala karena akses menuju kawasan hutan sangat sempit. Kondisi tersebut membuat mobil pemadam kebakaran kesulitan untuk mencapai lokasi, meskipun sejumlah kendaraan pemadam telah datang.

Sebagai seseorang yang lahir di desa tersebut, saya merasa sangat sedih melihat tanah kelahiran dilanda bencana. Kesedihan itu terasa semakin mendalam karena kejadian tersebut berlangsung bertepatan dengan hari ulang tahun saya. Mungkin, kejadian ini akan menjadi kenangan yang selalu saya ingat setiap kali ulang tahun saya tiba pada tahun-tahun berikutnya.

Saya juga merasa prihatin terhadap para petani yang memiliki kebun atau lahan di kawasan tersebut. Kebakaran yang begitu besar berpotensi menghanguskan sumber mata pencaharian mereka dan menyebabkan kerugian yang tidak sedikit.

Hingga saat ini, api masih terlihat menyala meskipun tidak sebesar kebakaran sebelumnya. Jika tidak segera ditangani, api dikhawatirkan kembali membesar dan merembet ke wilayah lain. Kondisi musim kemarau serta tidak adanya hujan semakin meningkatkan risiko meluasnya kebakaran.

Untuk mencegah api menjalar, warga masih berupaya melakukan penanganan dengan peralatan seadanya. Mereka berusaha semaksimal mungkin agar kebakaran tidak meluas dan semakin merugikan masyarakat.

"PRAY FOR TANAH KELAHIRAN KU" 🥀