Breaking News

Dari Balik Tumpukan Mayat, Sang Pangeran Ditemukan


 Tulisan oleh : Cahaya Dewi Sakina

(Siswa SMA Negeri Tugumulyo / Peserta Bimtek Literasi BACA - DISKUSI - AKSI - Relima Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Lokus Kabupaten Musi Rawas)

Jendelakita.my.id. - Aroma darah yang menyengat tercium dari kejauhan, terbawa angin dingin yang berembus di antara reruntuhan. Berbagai senjata berserakan di atas tanah yang telah bersimbah darah merah.

Mayat-mayat manusia dan potongan anggota tubuh berserakan di tengah kota yang telah hancur. Tidak ada yang tersisa selain kehancuran dan suasana mencekam.

Di salah satu sudut kota, terlihat tumpukan mayat yang bergerak perlahan.

Dari balik tumpukan tersebut, seseorang yang menjadi penyebab gerakan itu perlahan mengulurkan tangannya. Dengan susah payah, ia kemudian keluar dari antara mayat-mayat yang menumpuk.

"Hahh hahh" suara napas lemah terdengar samar dari bibirnya yang sobek.

Pria itu menyeret tubuhnya yang lemah. Seluruh tubuhnya dipenuhi darah dan luka-luka.

Di tengah langkahnya yang terseok-seok, ia samar-samar mendengar suara tangisan bayi.

Mendengar suara tersebut, pria itu segera mencari sumbernya dengan panik. Setelah menyusuri area yang dipenuhi reruntuhan, ia akhirnya menemukan seorang bayi laki-laki yang berada dalam pelukan seorang wanita berpakaian mewah.

Wanita itu tampak tidak bergerak.

Pria tersebut menatap bayi itu dengan napas tertahan.

"Pangeran"