Breaking News

Jika Dunia Bersikap Adil, Apakah Penindasan Akan Hilang?

 


Tulisan oleh : Yoga Irawan

(Siswa SMA Negeri Tugumulyo / Peserta Bimtek Literasi BACA - DISKUSI - AKSI - Relima Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Lokus Kabupaten Musi Rawas)

Jendelakita.my.id. - Pernahkah kita berpikir tentang bagaimana jika dunia ini benar-benar bersikap adil? Apakah penindasan masih akan terjadi? Saya sering membayangkan bahwa jika dunia berjalan dengan keadilan, mungkin tidak akan ada lagi penindasan. Mengapa demikian? Karena apabila setiap orang mampu bersikap adil, tidak akan ada lagi istilah kasta atau perlakuan yang membeda-bedakan manusia berdasarkan status sosial.

Tidak ada perbedaan perlakuan antara orang miskin dan orang kaya, orang pintar dan orang yang dianggap kurang pintar. Setiap orang akan dipandang memiliki kedudukan yang sama sebagai manusia. Jika kondisi tersebut benar-benar terwujud, mungkin kehidupan dunia saat ini akan jauh lebih damai. Perkelahian, penindasan, serta kebiasaan menghina orang yang memiliki kekurangan mungkin dapat diminimalkan.

Namun, saya juga menyadari bahwa manusia tidak dapat memaksakan dunia untuk selalu bersikap adil. Perbedaan dalam kehidupan merupakan sesuatu yang terjadi secara alami. Setiap manusia mempunyai perasaan, pemikiran, keinginan, dan kehendak yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut pada akhirnya dapat memengaruhi cara seseorang memandang dan memperlakukan orang lain.

Di sisi lain, ketidakadilan dalam kehidupan mungkin juga memiliki dampak positif tertentu. Misalnya, adanya perbedaan kemampuan antara orang yang dianggap pintar dan orang yang dianggap kurang pintar dapat menjadi motivasi bagi seseorang untuk terus belajar dan mengembangkan dirinya. Dengan demikian, seseorang dapat berusaha meningkatkan kemampuan agar tidak lagi merasa rendah diri atau diperlakukan berbeda.

Namun, keadilan yang diterapkan tanpa mempertimbangkan keadaan juga dapat menimbulkan persoalan. Menurut saya, apabila semua orang diperlakukan sama tanpa melihat perbuatannya, tidak akan ada lagi perbedaan yang jelas antara orang baik dan penjahat. Padahal, seseorang yang melakukan kejahatan harus menerima hukuman dan konsekuensi atas tindakannya. Sebaliknya, orang yang mampu menjaga dirinya agar tidak melakukan kejahatan patut dihargai dan diapresiasi.

Dari pemikiran tersebut, muncul sebuah pertanyaan: jika dunia benar-benar bertindak adil, apakah hal itu akan membawa lebih banyak kebaikan atau justru menimbulkan persoalan baru? Menurut saya, keadilan bukan berarti memperlakukan semua orang dengan cara yang sama dalam setiap keadaan, melainkan memberikan perlakuan yang sesuai dengan hak, tanggung jawab, dan perbuatannya.