Breaking News

Boboiboy

 

Foto: ScreenShoot Flyer Film


 Tulisan oleh : Zahra Kevita Putri

(Siswa SMA Negeri Tugumulyo / Peserta Bimtek Literasi BACA - DISKUSI - AKSI - Relima Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Lokus Kabupaten Musi Rawas)

Jendelakita.my.id. - Awalnya, aku hanya menonton film kartun, layaknya anak-anak di usiaku yang masih sangat muda. Kartun itu bernama “Boboiboy”.

Sejak usia yang masih sangat muda, aku mulai menyukai kartun Boboiboy. Aku menontonnya setiap hari tanpa henti. Entah apa yang membuatku begitu menyukai kartun tersebut. Bahkan, aku sendiri tidak bisa menjelaskannya.

Tahun demi tahun berlalu. Tak kusangka, kebiasaanku menonton Boboiboy berubah menjadi sesuatu yang membuatku terus mengikutinya hingga aku beranjak remaja.

Ketika masih kecil, aku menganggap Boboiboy sebagai seorang anak yang sangat beruntung karena memiliki kekuatan elemental dan Power Sphera bernama Ochobot.

Namun, setelah beranjak remaja, pandanganku mulai berubah. Aku menyadari bahwa Boboiboy tidaklah seberuntung seperti yang selama ini aku bayangkan ketika masih kecil.

Pasti kalian bertanya-tanya, “mengapa aku berkata Boboiboy tidak seberuntung yang kupikirkan dulu?”

Ini alasannya. Di usia Boboiboy yang baru menginjak 6 tahun, ia harus tinggal bersama kakeknya karena kedua orang tuanya sibuk bekerja.

Tidak hanya itu, Boboiboy juga harus merelakan cita-citanya untuk menjadi pemain sepak bola terbaik. Ia harus menjalankan tanggung jawab untuk melindungi galaksi dari alien-alien jahat.

Bahkan, dalam setiap film, Boboiboy sering kali berada dalam situasi yang membahayakan nyawanya ketika melawan para alien jahat. Bayangkan saja, seorang anak yang masih sangat kecil harus menghadapi pertarungan dan memikul tanggung jawab besar hanya karena ia memiliki kekuatan.

Namun, di balik semua itu, ada seorang kakek yang sangat menyayanginya. Boboiboy juga memiliki teman-teman yang sangat pengertian dan selalu hadir, baik ketika ia sedang sedih maupun bahagia.

Dari Boboiboy, kita belajar bahwa siap atau tidak siap ketika sesuatu datang kepada kita, mau tidak mau, kita akan memiliki rasa tanggung jawab. Meskipun, tanggung jawab tersebut terkadang terasa tidak wajar untuk seseorang di usia yang masih sangat muda.