Dede Dwi Kurniasih: Kemandirian Harus Menjadi Fondasi Gerakan Nasyiatul Aisyiyah Abad Kedua
![]() |
| Foto: Istimewa |
Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah mengusung tema "Perempuan Muda Berkemajuan untuk Peradaban Berkelanjutan." Tema tersebut dinilai selaras dengan semangat membangun organisasi yang memiliki independensi dalam menjalankan gerakan dan pengabdiannya kepada masyarakat.
Dede yang saat ini menjabat sebagai Tenaga Ahli pada Direktorat PAUD Kemendikdasmen mengatakan, nilai independensi dan kemandirian harus menjadi karakter yang melekat di seluruh jenjang kepemimpinan organisasi. Menurutnya, semangat tersebut tidak cukup hanya diterapkan di tingkat Pimpinan Pusat, tetapi juga perlu diinternalisasikan hingga ke tingkat pimpinan ranting sebagai ujung tombak gerakan.
"Independensi dan kemandirian merupakan fondasi utama yang mendasari keberlanjutan gerakan Nasyiatul Aisyiyah dalam menyongsong tantangan zaman," ujar Dede.
Ia juga menambahkan, "Salah satu value yang menurut saya penting ketika kita menjadi pemimpin di Nasyiatul Aisyiyah adalah value kemandirian. Independensi ini menjadi nilai yang harus kita usung menuju Nasyiatul Aisyiyah abad kedua."
Kader muda asal Kabupaten Pemalang tersebut menilai bahwa ranting memiliki posisi strategis dalam membangun kekuatan organisasi. Menurutnya, berbagai gerakan nasional yang tumbuh secara organik justru berawal dari aktivitas dan peran aktif pimpinan di tingkat akar rumput.
"Ranting itu penting, dan dari sanalah sebetulnya gerakan-gerakan nasional yang organik itu terbentuk. Mari kita usung nilai-nilai kemandirian itu," tegasnya.
Melalui penguatan nilai kemandirian di seluruh tingkatan organisasi, Dede berharap Nasyiatul Aisyiyah mampu semakin memantapkan perannya sebagai wadah perempuan muda berkemajuan. Ia optimistis organisasi tersebut dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam memperjuangkan kemajuan perempuan dan anak serta menghadirkan gerakan yang berkelanjutan memasuki abad kedua perjalanannya.
