Breaking News

Tobat yang Diterima: Jalan Menuju Ampunan Allah SWT

 


Penulis: H. Albar Sentosa Subari, S.H., S.U. 

Jendelakita.my.id. - Secara umum, diterimanya tobat seorang hamba dapat ditandai melalui beberapa hal, yakni lapang dada dan tenang hati, dimudahkan untuk berbuat taat, mencintai kebaikan, serta membenci seluruh bentuk kemaksiatan. Tobat yang jujur ditandai dengan tiga hal, yaitu menganggap besar setiap kejahatan dan meragukan kesempurnaan tobatnya, marah bila larangan-Nya dilanggar dan benci bila perintah-Nya dinodai, serta menolak alasan orang yang bermaksiat dengan bersandar pada takdir (lihat Tahdzib Madarijus Salihin, Ibnu Qayyim, 1/191).

Sementara itu, tobat yang tidak diterima ditandai dengan keringnya mata dari menangis karena Allah, terbuai dalam kelalaian, dan tidak berbuat amal saleh setelah bertobat.

Apabila dirinci, tanda-tanda diterimanya tobat dapat diuraikan sebagai berikut.

Pertama, kondisi hidupnya setelah bertobat menjadi lebih baik daripada sebelumnya.

Kedua, terus-menerus merasa takut kepada Allah dan tidak merasa aman dari makar-Nya walaupun hanya sekejap mata.

Ketiga, hati merasa tercabik-cabik ketika teringat dosa-dosanya. Penyesalan dan ketakutannya akan sangat mendalam. (Idem).

Hendaknya orang yang berbuat dosa memohon ampun atas seluruh dosanya. Menurut para ulama, apabila seseorang hanya bertobat dari satu dosa tertentu, maka tobatnya sah untuk dosa tersebut, sedangkan dosa-dosa lainnya belum terampuni.

Allah Swt. membuka pintu harapan bagi hamba-hamba-Nya untuk bertobat. Dia memerintahkan hamba-hamba-Nya agar menabur benih penyesalan di ladang kemuliaan dan kemurahan-Nya, memohon agar dosa-dosanya diampuni, aibnya ditutupi, dan tobatnya diterima. Tiada seorang pun yang dapat menjauhkan mereka dari rahmat Allah, dan tiada satu pun yang dapat menghalangi diterimanya tobat seorang hamba oleh Allah.

Apabila seseorang bertobat dan memohon ampunan, niscaya Allah akan mengampuninya. Bahkan, Allah Swt. memuji hamba-hamba-Nya yang bertakwa, yang senantiasa memohon ampunan.

QS. Ali Imran: 17

"Yaitu orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, dan yang memohon ampunan di waktu sahur."