PTBA Perkuat Transisi Energi dan Pengurangan Emisi Karbon Melalui Uji Coba Cofiring Tahap II
| Dok. PTBA |
Jendelakita.my.id – PT Bukit Asam Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, terus mempertegas komitmennya dalam mendukung transisi energi dan pengurangan emisi karbon melalui pelaksanaan Uji Coba Cofiring Tahap II di PLTU Mulut Tambang Banko Barat berkapasitas 3x10 MW pada 9–10 Juni 2026.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif dekarbonisasi perusahaan dalam mewujudkan operasional pembangkit listrik yang lebih ramah lingkungan sekaligus mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia.
Pada uji coba tahap kedua tersebut, PTBA memanfaatkan biomassa berupa wood pellet Kaliandra Merah sebesar 2 persen serta biomassa campuran yang berasal dari tanaman pulai, akasia, dan puspa sebesar 3 persen. Persentase penggunaan biomassa ini meningkat dibandingkan Uji Coba Tahap I yang dilaksanakan pada September 2025, di mana masing-masing jenis biomassa digunakan sebesar 1 persen.
Mine Development Department Head PTBA, Ferry Fadri Al Ilham, menjelaskan bahwa uji coba tahap kedua dilakukan dengan parameter yang sama seperti tahap sebelumnya, namun dengan peningkatan jenis dan volume biomassa yang digunakan.
“Uji coba ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan PTBA untuk mengoptimalkan pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi pendamping batu bara. Hasil uji coba akan menjadi dasar evaluasi dalam pengembangan implementasi cofiring ke depan,” ujar Ferry.
Ia menambahkan, seluruh rangkaian uji coba berjalan lancar tanpa memerlukan perubahan pada konstruksi maupun sistem utama pembangkit yang telah beroperasi.
Sementara itu, Direktur PT Bukit Energi Servis Terpadu (PT BEST), Zulkurniadi, menegaskan bahwa implementasi cofiring tidak mengubah sistem operasional PLTU yang selama ini berjalan.
Menurutnya, keandalan operasional pembangkit tetap terjaga berkat penggunaan boiler tipe Circulating Fluidized Bed (CFB) yang dimiliki PLTU Banko Barat. Meskipun biomassa memiliki nilai kalor yang lebih rendah dibandingkan batu bara, performa pembangkit tetap optimal sehingga tidak memengaruhi keandalan pasokan energi.
Penyediaan biomassa Kaliandra Merah merupakan hasil kolaborasi antara PTBA dan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPN Veteran Yogyakarta) yang sejak Januari 2024 telah mengembangkan Kebun Energi, termasuk pembangunan fasilitas pengolahan wood pellet.
Guru Besar Fakultas Pertanian UPN Veteran Yogyakarta, Prof. Dr. Mohammad Nurcholis, M.Si., menjelaskan bahwa Kaliandra Merah memiliki kemampuan menyerap karbon dioksida sekaligus menghasilkan biomassa berkualitas tinggi dengan nilai kalor lebih dari 4.300 kilokalori per kilogram.
“Karakteristik tersebut menjadikan Kaliandra Merah sebagai salah satu sumber biomassa yang potensial untuk mendukung proses pembakaran pada PLTU tanpa menurunkan kualitas energi yang dihasilkan,” jelasnya.
Selain mendukung program dekarbonisasi, PTBA juga menyiapkan keberlanjutan pasokan biomassa melalui pengembangan Kebun Energi. Kaliandra Merah dipilih karena termasuk tanaman cepat tumbuh (fast growing), memiliki kandungan energi tinggi, serta mampu tumbuh kembali setelah dipanen tanpa memerlukan penanaman ulang.
Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno, mengatakan bahwa sinergi antara dunia industri, akademisi, dan perusahaan menjadi faktor penting dalam memperkuat transformasi PTBA menuju perusahaan energi yang berkelanjutan.
“Langkah ini merupakan bukti nyata komitmen perseroan dalam mendukung ketahanan energi nasional, mengurangi emisi karbon, serta mempercepat transisi menuju masa depan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan,” tutup Eko.