Menuju Sensus Ekonomi 2026, BPS Musi Rawas Bekali 397 Petugas dengan Kompetensi Pendataan
Jendelakita.my.id. - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Musi Rawas terus memantapkan persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 melalui pelatihan intensif bagi petugas sensus yang akan menjadi ujung tombak pendataan di seluruh wilayah Kabupaten Musi Rawas. Kegiatan yang berlangsung pada 2–14 Juni 2026 di Hotel Famvida dan Hotel Dewinda, Kota Lubuklinggau, tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan tersedianya data ekonomi yang akurat, berkualitas, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.
Puncak pelaksanaan pelatihan yang digelar pada Kamis (11/6/2026) dihadiri dan dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Musi Rawas, H. Suprayitno, didampingi sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas. Kehadiran Wakil Bupati menjadi bentuk dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Musi Rawas terhadap penyelenggaraan Sensus Ekonomi 2026 yang akan menjadi salah satu sumber data strategis bagi perencanaan pembangunan daerah maupun nasional.
Dalam laporannya, Kepala BPS Kabupaten Musi Rawas, Samsul Munawar, SST, M.Si, menegaskan bahwa kualitas data statistik sangat bergantung pada kualitas petugas yang melakukan pendataan di lapangan. Oleh karena itu, pelatihan menjadi tahapan yang sangat krusial untuk memastikan seluruh petugas memiliki pemahaman yang sama terhadap konsep, metodologi, serta prosedur pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Menurut Samsul Munawar, sensus ekonomi merupakan kegiatan statistik berskala nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan perkembangan kegiatan usaha di Indonesia. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi landasan dalam penyusunan berbagai kebijakan ekonomi, investasi, pengembangan usaha, serta pemberdayaan sektor-sektor produktif di daerah.
“Pelatihan ini bukan hanya menjadi sarana transfer pengetahuan teknis, tetapi juga membangun kesiapan mental, profesionalisme, dan integritas petugas dalam melaksanakan tugas pendataan. Keberhasilan Sensus Ekonomi sangat ditentukan oleh kualitas petugas di lapangan,” ujar Samsul Munawar.
Sebanyak 397 peserta mengikuti pelatihan yang diselenggarakan secara luring tersebut. Peserta terdiri atas 347 Petugas Lapangan Sensus (PPL) atau 87,40 persen dan 50 Pemeriksa Lapangan Sensus (PML) atau 12,60 persen. Untuk mendukung efektivitas pembelajaran, seluruh peserta dibagi ke dalam 16 kelas pelatihan yang dilaksanakan dalam empat gelombang.
Pelaksanaan pelatihan didukung oleh 7 Instruktur Daerah (Inda) yang bertugas memberikan materi dan pendampingan kepada peserta, serta 16 panitia pelaksana yang memastikan seluruh kegiatan berjalan lancar. Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai konsep dasar sensus, teknik wawancara, tata cara pengisian instrumen pendataan, penggunaan aplikasi digital, hingga simulasi berbagai kondisi yang kemungkinan ditemui saat pelaksanaan lapangan.
Dari sisi komposisi peserta, pelatihan ini menunjukkan tingginya keterlibatan masyarakat dalam mendukung kegiatan statistik nasional. Sebanyak 212 peserta atau 53,40 persen merupakan perempuan, sedangkan 185 peserta atau 46,60 persen merupakan laki-laki. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa perempuan memiliki kontribusi yang sangat besar dalam mendukung penyelenggaraan statistik resmi di Kabupaten Musi Rawas.
Sebaran peserta juga mencerminkan representasi wilayah yang sangat luas. Seluruh kecamatan di Kabupaten Musi Rawas mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti pelatihan. Kecamatan Megang Sakti menjadi wilayah dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 57 orang, diikuti Kecamatan Tugumulyo sebanyak 46 orang, Kecamatan Muara Kelingi sebanyak 39 orang, Kecamatan Muara Lakitan sebanyak 37 orang, serta Kecamatan Suku Tengah Lakitan Ulu sebanyak 32 orang.
Lebih jauh, peserta pelatihan berasal dari 192 desa dan kelurahan atau 96,48 persen dari total 199 desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Musi Rawas. Tingginya tingkat keterwakilan tersebut menunjukkan bahwa hampir seluruh wilayah administrasi telah memiliki petugas yang siap mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Dari aspek pengalaman, sebanyak 83 peserta atau 20,91 persen pernah terlibat dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi sebelumnya, sedangkan 314 peserta atau 79,09 persen belum memiliki pengalaman pada kegiatan tersebut. Namun demikian, sebagian besar peserta telah berpengalaman dalam berbagai kegiatan pendataan BPS. Tercatat 223 peserta atau 56,17 persen pernah terlibat dalam kegiatan statistik BPS, sementara 174 peserta atau 43,83 persen merupakan petugas baru.
Sementara itu, dari sisi pendidikan, mayoritas peserta memiliki kualifikasi yang sangat baik. Sebanyak 238 orang atau 59,95 persen merupakan lulusan Diploma IV dan Sarjana (D4/S1), 144 orang atau 36,27 persen lulusan SMA/sederajat, 12 orang atau 3,02 persen lulusan Diploma I–III, serta 3 orang atau 0,76 persen lulusan Strata Dua (S2). Kondisi tersebut menjadi modal penting dalam mendukung kualitas pelaksanaan sensus dan akurasi data yang dihasilkan.
Menurut Samsul Munawar, keberagaman latar belakang pendidikan, profesi, dan pengalaman peserta akan menjadi kekuatan tersendiri dalam proses pendataan. Selain memahami kondisi wilayah masing-masing, para petugas juga diharapkan mampu membangun komunikasi yang baik dengan responden sehingga informasi yang diperoleh dapat menggambarkan kondisi ekonomi secara lebih akurat.
Melalui pelatihan ini, BPS Kabupaten Musi Rawas berharap seluruh petugas dapat menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan berintegritas. Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, seluruh OPD terkait, serta partisipasi aktif masyarakat, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu menghasilkan data statistik berkualitas yang menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan.