Breaking News

Membangun SDM Berwawasan, RELIMA Hadir dalam Giat Literasi Petugas Sensus Ekonomi 2026

Jendelakita.my.id. - Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) Lokus Kabupaten Musi Rawas kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong peningkatan budaya literasi di tengah masyarakat. Kali ini, RELIMA membersamai pelaksanaan "Giat Literasi" yang diikuti oleh 180 Petugas Sensus Ekonomi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan, pada Kamis (11/06/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Famvida tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya membaca dan meningkatkan kemampuan literasi para petugas yang akan terlibat dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi Tahun 2026. Di tengah tuntutan pekerjaan yang membutuhkan ketelitian, kecermatan, serta kemampuan memahami berbagai informasi dan data, literasi menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki oleh setiap petugas lapangan.

Melalui kegiatan ini, para peserta diajak untuk memahami bahwa membaca bukan sekadar aktivitas mengisi waktu luang, melainkan sebuah proses pembelajaran yang mampu memperluas wawasan, menambah pengetahuan, serta meningkatkan kualitas diri. Kemampuan literasi yang baik juga dinilai dapat membantu petugas dalam memahami instrumen sensus, menganalisis informasi, serta berkomunikasi secara efektif dengan masyarakat saat menjalankan tugas di lapangan.

Kehadiran RELIMA dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan sumber daya manusia yang berkualitas. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, mengolah, dan memanfaatkan informasi secara tepat. Dalam konteks pelaksanaan sensus ekonomi, kemampuan tersebut menjadi modal penting agar data yang dikumpulkan dapat lebih akurat, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain memberikan motivasi tentang pentingnya budaya baca, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai manfaat literasi dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam dunia kerja. Para peserta diberikan pemahaman bahwa kebiasaan membaca secara rutin dapat membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, memperkuat daya analisis, serta memperluas perspektif dalam menghadapi berbagai tantangan pekerjaan.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para petugas sensus mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian dan menunjukkan ketertarikan terhadap berbagai materi yang disampaikan. Sambutan hangat yang diberikan peserta menjadi indikator bahwa upaya penguatan literasi masih sangat relevan dan dibutuhkan oleh berbagai kalangan, termasuk aparatur dan petugas lapangan yang berperan penting dalam penyediaan data pembangunan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk menegaskan bahwa pembangunan literasi merupakan tanggung jawab bersama. Kolaborasi antara RELIMA, BPS, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat terus diperkuat guna menciptakan masyarakat yang gemar membaca, berpikir kritis, serta mampu memanfaatkan informasi secara bijak.

Melalui kegiatan "Giat Literasi" ini, diharapkan para Petugas Sensus Ekonomi Tahun 2026 tidak hanya memiliki kemampuan teknis dalam melaksanakan tugas, tetapi juga memiliki kecakapan literasi yang baik. Dengan demikian, mereka dapat menjalankan peran secara profesional sekaligus menjadi agen perubahan yang turut mendorong tumbuhnya budaya literasi di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.