Breaking News

Dari Ladang Semangka, Efek Berganda Hulu Migas Itu Terlihat Nyata

 

Penulis: Alzena Savaira Salimah

Jendelakita.my.id. - Pagi itu, hamparan semangka membentang di Desa Tampang Baru, Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin. Buah-buah berkulit hijau mengilap memenuhi lahan yang beberapa tahun lalu belum mampu memberi banyak harapan kepada para petaninya.

Di antara barisan tanaman itu, Suyanto tersenyum. Sulit membayangkan bahwa lahan yang kini menghasilkan puluhan ton semangka tersebut pernah menjadi saksi kegelisahan para petani yang berjuang menghadapi kerugian.

"Dulu kami sempat bingung harus bagaimana. Modal terbatas, hasil panen tidak sesuai harapan, sementara pasar juga sulit ditembus," kenangnya.

Bagi Suyanto dan tujuh anggota Kelompok Sumpal Palawija Makmur lainnya, bertani bukan sekadar pekerjaan. Bertani adalah cara mereka menghidupi keluarga. Namun seperti banyak petani di daerah pedesaan, mereka harus berhadapan dengan berbagai persoalan klasik: keterbatasan pengetahuan budidaya, akses permodalan yang sempit, hingga ketidakpastian pasar.

Tahun 2022 menjadi salah satu periode yang paling berat. Usaha yang mereka jalankan justru berujung kerugian. Harapan untuk berkembang terasa semakin jauh.

Tetapi kisah pembangunan sering kali lahir dari titik-titik terendah.

Perubahan mulai datang ketika Program Local Business Development (LBD) yang dijalankan Medco E&P Grissik Ltd. hadir mendampingi kelompok tani tersebut. Sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang beroperasi di Blok Corridor, perusahaan tidak hanya menjalankan aktivitas produksi energi. Di saat yang sama, perusahaan juga berupaya memastikan keberadaannya memberi manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Pendampingan dilakukan secara bertahap. Para petani mendapatkan benih, pupuk, serta bimbingan mengenai pengelolaan lahan, pemilihan varietas yang tepat, teknik pemupukan, hingga pengendalian hama yang lebih efektif dan ramah lingkungan. Tidak berhenti di situ, akses pemasaran juga diperkuat sehingga hasil panen memiliki peluang lebih besar untuk terserap pasar.

Bagi sebagian orang, bantuan seperti itu mungkin terlihat sederhana. Namun bagi petani, pengetahuan yang tepat sering kali lebih berharga daripada sekadar bantuan sesaat.

Perlahan, perubahan mulai terlihat.

Lahan yang sebelumnya kurang produktif mulai menghasilkan panen yang lebih baik. Kualitas buah meningkat. Jaringan pemasaran semakin luas. Kepercayaan diri para petani yang sempat menurun kembali tumbuh.

Hasilnya berbicara sendiri.

Dari kondisi merugi pada 2022, kelompok tani ini berhasil mencatat pendapatan sekitar Rp4 juta pada 2023. Setahun kemudian meningkat menjadi Rp15 juta. Pada 2025, pendapatan mereka melonjak hingga mendekati Rp90 juta. Produksi semangka mencapai sekitar 23 ton dan berhasil dipasarkan hingga ke luar kabupaten.

Di balik angka-angka itu, sesungguhnya terdapat cerita yang lebih besar daripada sekadar keberhasilan panen.

Ada keluarga yang kini memiliki penghasilan lebih baik. Ada petani yang tidak lagi dihantui kegagalan musim sebelumnya. Ada keyakinan bahwa desa memiliki peluang untuk tumbuh melalui potensi yang dimiliki masyarakatnya sendiri.

Inilah yang sering disebut sebagai efek berganda atau multiplier effect industri hulu migas.

Selama ini, banyak orang memandang industri migas hanya dari sisi produksi energi, penerimaan negara, atau kontribusinya terhadap ketahanan energi nasional. Padahal, dampaknya dapat menjalar jauh hingga ke kehidupan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Ketika perusahaan mendorong pengembangan usaha lokal, manfaatnya tidak berhenti pada kelompok penerima program. Pendapatan yang meningkat akan berputar kembali di desa. Aktivitas ekonomi tumbuh. Daya beli masyarakat meningkat. Peluang usaha baru bermunculan. Pada akhirnya, roda pembangunan bergerak lebih cepat.

Karena itu, keberhasilan Kelompok Sumpal Palawija Makmur bukan hanya kisah tentang semangka. Ini adalah kisah tentang bagaimana sebuah program pemberdayaan mampu mengubah keraguan menjadi optimisme dan keterbatasan menjadi peluang.

Di Desa Tampang Baru, efek berganda hulu migas tidak hadir dalam teori ekonomi yang rumit. Ia hadir dalam bentuk yang sederhana dan mudah dipahami: lahan yang semakin produktif, hasil panen yang terus meningkat, dan senyum para petani yang kini memandang masa depan dengan lebih percaya diri.

Dari ladang energi di bawah permukaan bumi, manfaatnya menjalar hingga ke ladang-ladang pertanian di atasnya. Dan di sanalah pembangunan menemukan makna yang sesungguhnya ketika keberhasilan sebuah industri ikut menghadirkan harapan bagi masyarakat yang hidup di sekitarnya.