Breaking News

👈🏼PUISI KARTINI :👉🏽 *DI BALIK SANGGUL DAN SURAT*

 



Oleh M. Umar Husein


Di bawah temaram pelita Pendapa Jepara,

Kau tak hanya memandang tembok pingitan yang kaku.

Bukan sekadar kebaya dan sanggul yang kau tata,

Namun ada gelisah yang membakar sukma di dadamu.


Dunia mengenalmu lewat pena dan kertas,

Tentang emansipasi dan hak yang terampas.

Namun sejarah sering kali lupa bercerita,

Tentang langkahmu menuju pintu cahaya Sang Pencipta.


“Minadz-dzulumaati ilan-nuur,” bisikmu pada angin,

Sebuah kerinduan pada makna yang tersembunyi.


Kau bertanya pada Kyai Sholeh Darat yang alim,

Mengapa kalam Tuhan tak boleh dimengerti nurani?

Maka lahirlah Faidhur Rohman dari sebuah usul,

Tafsir Pegon agar penjajah tak mampu memukul.

Kau bukan sekadar murid yang patuh pada adat,

Kau adalah pencari kebenaran yang memegang erat syariat.


Mereka ingin kau tampil sebagai simbol sekuler,

Menghapus jejak santri di balik sosokmu yang tersohor.

Mereka sibuk melombakan rias wajah dan kain busana,

Namun abai pada Kitab Tafsir yang kau minta dengan doa.


Kau bukan pahlawan yang dicitrakan penjajah,

Bukan perempuan "jinak" yang tunduk pada penjajah. 

Kau adalah perlawanan lewat pemikiran mendalam,

Menembus gelapnya tradisi, memeluk terang cahaya Islam.


Kini, biarlah kami melihatmu secara utuh,

Bukan hanya gambar di buku yang kaku dan patuh.

Kau adalah Kartini, sang murid Kiai,

Yang menulis dengan tinta iman, abadi di dalam hati. (MUH)


21 April 2026