Fauzi Amro Salurkan Program Indonesia Pintar, Jadi Solusi Cegah Putus Sekolah di Wilayah MLM
Jendelakita.my.id. - Anggota DPR RI Fraksi Partai Nasdem dari Daerah Pemilihan Sumatera Selatan I, Fauzi Amro, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah. Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fauzi Amro menyalurkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) kepada dua sekolah di Kota Lubuklinggau, yaitu SMP Negeri 6 Lubuklinggau dan salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN). Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 24 Desember 2025, sebagai bagian dari upaya konkret pemerintah dan wakil rakyat dalam memastikan akses pendidikan tetap terjaga bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Meskipun bertepatan dengan masa libur sekolah, Fauzi Amro tetap menyempatkan diri untuk melakukan kunjungan langsung ke SMP Negeri 6 Lubuklinggau. Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk keseriusan dalam memastikan bahwa bantuan pendidikan yang disalurkan benar-benar sampai dan dipahami oleh pihak sekolah. Dalam kesempatan tersebut, Fauzi Amro bersilaturahmi dengan Kepala Sekolah SMPN 6 Lubuklinggau, EMI, beserta jajaran dewan guru, sekaligus berdialog mengenai kondisi pendidikan dan kebutuhan siswa di sekolah tersebut.
Dalam sambutannya, Fauzi Amro menegaskan bahwa Program Indonesia Pintar merupakan instrumen penting dalam mendukung keberlanjutan pendidikan anak-anak Indonesia. “Alhamdulillah hari ini kami bisa berkunjung langsung dan bersilaturahmi dengan Kepala Sekolah Ibu EMI dan dewan guru. Kami ingin menyampaikan bahwa program PIP ini hadir untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu, agar tidak putus sekolah,” ujar Fauzi Amro. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa bantuan PIP tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang kuat dalam menjamin hak pendidikan bagi setiap anak.
Lebih lanjut, Fauzi Amro menjelaskan bahwa Program Indonesia Pintar diperuntukkan bagi siswa pada jenjang pendidikan dasar hingga menengah, mulai dari SD, SMP, hingga SMA, yang berasal dari keluarga kurang mampu. Program ini dirancang untuk mencegah terjadinya putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi, sekaligus mendorong anak-anak agar tetap melanjutkan pendidikan mereka. Fokus penyaluran bantuan ini mencakup wilayah Musi Rawas, Lubuklinggau, dan Muratara (MLM) sebagai bagian dari daerah pemilihannya. “Jangan sampai ada anak-anak kita yang berhenti sekolah hanya karena keterbatasan biaya. Harapan kami, bantuan PIP ini bisa menjadi solusi agar mereka tetap melanjutkan pendidikan,” tambahnya.
Selain menyalurkan bantuan PIP, Fauzi Amro juga menyatakan dukungannya terhadap program Pemerintah Kota Lubuklinggau di bidang pendidikan. Ia menilai kebijakan Wali Kota Lubuklinggau terkait pembagian seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP sebagai langkah strategis dalam meringankan beban ekonomi masyarakat. “Kami juga mendukung penuh program seragam sekolah gratis di Lubuklinggau. Ke depan, kami akan terus memperjuangkan lebih banyak bantuan bagi siswa yang benar-benar membutuhkan, termasuk melalui program PIP,” jelasnya.
Terkait kuota penerima PIP tahun 2025, Fauzi Amro mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyalurkan bantuan kepada sekitar 50–60 siswa di setiap daerah dalam wilayah MLM. Bantuan tersebut mencakup siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA, dengan total penerima mencapai kurang lebih 180 siswa. Ia juga memastikan bahwa Program Indonesia Pintar akan terus berlanjut dengan skema prioritas bagi siswa yang paling membutuhkan. “Program ini akan kami prioritaskan untuk siswa-siswi yang sangat membutuhkan, dan insya Allah akan terus berlanjut ke depannya,” tutup Fauzi Amro.