PWI Sumsel Bela Novianti Usai Dituding "Abal-Abal", Dewan Pers Jadi Tempat Klarifikasi
Jendelakita.my.id — Perseteruan terkait sengketa pemberitaan di Sumatera Selatan memasuki babak baru. Jurnalis senior sekaligus pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Selatan, Novianti, S.H., mendatangi kantor Dewan Pers di Jakarta untuk memberikan klarifikasi terkait tudingan yang dinilai mendiskreditkan profesionalismenya, Senin (28/9/2026).
Langkah tersebut dilakukan setelah pihak Siti Fatimah (SF) melalui kuasa hukumnya, Syapriadi Syamsudin, S.H., M.H., mengadukan persoalan terkait produk jurnalistik dalam peliputan di Banyuasin. Dalam persoalan itu, juga muncul pernyataan yang dinilai merendahkan profesi wartawan.
Diterima anggota Dewan Pers, Rossana, Novianti menyampaikan kronologi peliputan sekaligus menyerahkan bukti-bukti terkait. Ia menegaskan, pemberitaan yang dibuatnya telah melalui proses verifikasi, penelusuran fakta, serta upaya konfirmasi secara berimbang atau cover both sides.
"Setiap karya jurnalistik saya berlandaskan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Saya hadir langsung di Dewan Pers untuk membuktikan bahwa kerja-kerja yang saya lakukan murni di atas rel profesionalisme, bukan berdasarkan asumsi," ujar Novianti.
Ia juga menyayangkan pernyataan pihak pengadu yang menyamakan wartawan dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), serta sikap kuasa hukum yang dinilainya provokatif ketika diwawancarai di lapangan.
Menanggapi tudingan "wartawan abal-abal", Novianti memaparkan rekam jejaknya. Ia telah menjalani profesi jurnalistik sejak 2000 dan menjadi anggota PWI Sumsel sejak 2007. Novianti juga lulus Uji Orientasi Peningkatan Kartu PWI Pusat pada 2013 serta aktif sebagai pengurus PWI Sumsel sejak 2010 hingga kini.
"Gelar S.H. yang saya miliki dan rekam jejak saya di PWI bukanlah hasil instan. Ini adalah bentuk komitmen saya dalam menjaga marwah dan integritas profesi wartawan," tegasnya.
Ketua PWI Sumsel, Kurnaidi, S.T., menyatakan dukungan terhadap langkah Novianti. Menurutnya, Dewan Pers merupakan ruang yang tepat untuk menguji persoalan jurnalistik secara objektif.
"Saudari Novianti adalah anggota resmi PWI Sumsel sejak 2007 yang telah melalui seluruh jenjang organisasi yang sah. Sebagai ketua, saya wajib melindungi seluruh anggota PWI dari segala tudingan sepihak yang membebani marwah profesi," tegas Kurnaidi.