Literasi di Tengah Perkembangan AI
(Siswa SMA Negeri Tugumulyo / Peserta Bimtek Literasi BACA - DISKUSI - AKSI - Relima Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Lokus Kabupaten Musi Rawas)
Jendelakita.my.id. - Literasi di Indonesia saat ini menghadapi tantangan seiring semakin pesatnya perkembangan teknologi. Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa semakin sering memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) karena dianggap lebih cepat dan mudah dalam membantu memperoleh informasi. Namun, penggunaan AI secara berlebihan dapat memengaruhi kebiasaan seseorang dalam membaca dan berpikir secara mandiri.
Kemudahan yang ditawarkan AI berpotensi membuat seseorang menjadi kurang terbiasa membaca, mencari informasi secara langsung, serta mengembangkan pemikiran sendiri. Kondisi tersebut dapat menjadi salah satu tantangan dalam meningkatkan budaya literasi di Indonesia.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, beberapa sekolah mulai membentuk kegiatan ekstrakurikuler literasi. Dalam kegiatan ini, siswa dapat mempelajari berbagai keterampilan, seperti menulis, menganalisis informasi, serta membaca dan memahami karya tulis dengan baik dan benar.
Pembentukan ekstrakurikuler literasi di sekolah diharapkan dapat meningkatkan kemampuan literasi sekaligus menumbuhkan minat baca di kalangan siswa. Dengan demikian, siswa tidak hanya mampu memperoleh informasi, tetapi juga dapat memahami, mengolah, dan menyampaikan informasi secara tepat.
Kehadiran AI di era modern memang memberikan banyak manfaat dan dapat membantu berbagai aktivitas pembelajaran. Namun, penggunaannya tetap perlu dilakukan secara bijak. AI sebaiknya dijadikan sebagai alat bantu ketika benar-benar diperlukan, bukan sebagai pengganti proses belajar dan berpikir secara mandiri.
Oleh karena itu, setiap orang perlu terus meningkatkan kualitas belajar secara mandiri. Membaca tetap menjadi kegiatan penting karena dapat menambah pengetahuan, memperluas wawasan, dan melatih kemampuan berpikir. Dengan membiasakan diri membaca, budaya literasi dapat terus berkembang meskipun teknologi semakin maju.