Cara Berpikir Kritis dan Berpikir Krisis
Tulisan oleh : Ahmad Faiz Bevinda
(Siswa SMA Negeri Tugumulyo / Peserta Bimtek Literasi BACA - DISKUSI - AKSI - Relima Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Lokus Kabupaten Musi Rawas)
Jendelakita.my.id. - Cara berpikir dapat dibedakan menjadi dua, yaitu berpikir kritis dan berpikir krisis. Namun, sebelum membahas kedua konsep tersebut, kita perlu memahami terlebih dahulu pengertian berpikir dan pikir.
Menurut saya, berpikir merupakan proses seseorang dalam memperoleh berbagai ide atau gagasan yang kemudian dikembangkan dan diasah pada situasi tertentu. Sementara itu, pikir dapat dipahami sebagai proses seseorang dalam mewujudkan atau menerapkan ide yang telah dimilikinya.
Setelah memahami pengertian berpikir dan pikir, pembahasan dapat dilanjutkan pada pengertian berpikir kritis dan berpikir krisis. Berpikir kritis merupakan kemampuan seseorang untuk memperoleh dan mengembangkan gagasan secara cepat dengan mempertimbangkan situasi yang sedang dihadapi. Proses tersebut dilakukan melalui pengamatan, penalaran, dan pengasahan ide secara langsung.
Sementara itu, berpikir krisis merupakan proses seseorang dalam memikirkan suatu persoalan atau gagasan secara lebih mendalam. Ide yang muncul tidak hanya dipertimbangkan pada saat itu, tetapi dapat terus dikembangkan, dievaluasi, dan diasah pada waktu berikutnya. Dengan demikian, berpikir kritis lebih menekankan pada kemampuan menganalisis secara cepat dan tepat, sedangkan berpikir krisis lebih menekankan pada pemikiran yang mendalam terhadap suatu persoalan.