TNP IV Pontianak Perkuat Ekosistem Pendamping KUMKM Nasional, Targetkan Lahirnya Piagam Pontianak
Jendelakita.my.id. - Temu Nasional Pendamping (TNP) IV Tahun 2026 akan digelar pada 11–15 Agustus 2026 di Universitas Tanjungpura, Pontianak. Kegiatan yang diinisiasi Dewan Pengurus Nasional Asosiasi Business Development Services Indonesia (DPN ABDSI) bersama DPW ABDSI Kalimantan Barat dan Universitas Tanjungpura ini menjadi forum strategis untuk memperkuat ekosistem pendampingan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (KUMKM) di Indonesia.
Forum tersebut akan mempertemukan pendamping KUMKM, akademisi, pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, organisasi pembangunan, serta mitra internasional guna membangun kolaborasi dan merumuskan arah pengembangan profesi pendamping.
Ketua Steering Committee (SC) TNP IV, Dr. Muhammad Fahmi, mengatakan forum ini tidak sekadar menjadi agenda tahunan organisasi, tetapi juga wadah melahirkan gagasan dan rekomendasi strategis bagi penguatan profesi pendamping.
"Kami ingin TNP IV menjadi forum yang menghasilkan dampak nyata. Pendamping KUMKM harus memiliki arah pengembangan profesi yang jelas, standar kompetensi yang semakin kuat, serta jejaring kolaborasi yang mampu menjawab tantangan transformasi ekonomi ke depan. Inilah yang menjadi semangat penyelenggaraan TNP IV di Pontianak," ujarnya.
Sejumlah agenda telah disiapkan, mulai dari workshop peningkatan kapasitas pendamping, sidang pleno dan Focus Group Discussion (FGD), International Conference on Cooperatives, SMEs, and Entrepreneurship (ICCME) 2026 yang digelar secara daring, Expo UMKM, hingga Cross-Border Collaboration Mission ke Kuching, Sarawak, Malaysia.
Ketua Organizing Committee (OC), Sarfandi, berharap seluruh rangkaian kegiatan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi peserta.
"Kami berharap setiap peserta pulang membawa inspirasi, kemitraan baru, dan solusi yang dapat diterapkan di daerah masing-masing. TNP IV bukan sekadar menghadiri seminar, tetapi membangun gerakan bersama untuk meningkatkan kualitas pendampingan Koperasi dan UMKM di Indonesia," katanya.
Salah satu target utama kegiatan ini ialah lahirnya Piagam Pontianak, dokumen strategis yang akan menjadi acuan pengembangan profesi pendamping hingga 2030. Piagam tersebut memuat rekomendasi mengenai standardisasi kompetensi, penguatan kode etik profesi, peningkatan kapasitas pendamping, transformasi digital layanan pendampingan, serta kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan organisasi profesi.
Ketua Umum DPN ABDSI, Dr. Bahrul Ulum Ilham, menegaskan pentingnya profesi pendamping yang profesional dalam mendukung transformasi ekonomi nasional.
"Pendamping adalah katalisator perubahan bagi koperasi dan UMKM. Melalui TNP IV, kami berharap lahir komitmen bersama untuk membangun sistem pendampingan yang lebih profesional, terstandar, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu memperkuat daya saing UMKM Indonesia di tingkat global. Piagam Pontianak diharapkan menjadi warisan strategis yang akan memandu pengembangan profesi pendamping dalam beberapa tahun ke depan," ujarnya.