Breaking News

IRI Indonesia Bentuk Chapter Papua Barat Daya, Perkuat Kolaborasi Lintas Iman Lindungi Hutan Papua

Para peserta Launching Chapter IRI Indonesia Papua Barat Daya bersama para tokoh lintas iman memegang Buku Panduan Pelindungan HUtan Tropis Perspektif Lintas Iman, di Unimuda Convention Center (UCC) gedung pasca Sarjana Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong 28 Juli 2026.
(Foto: Dok IRI Indonesia/Fajar)

Jendelakita.my.id. - Tokoh lintas agama, pemerintah daerah, masyarakat adat, akademisi, organisasi masyarakat sipil, perempuan, dan pemuda mendeklarasikan komitmen bersama menjaga hutan Papua melalui peluncuran Chapter Interfaith Rainforest Initiative (IRI) Indonesia Papua Barat Daya di Unimuda Convention Center (UCC), Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong, Selasa (28/7).

Mengusung tema "Hutan Suci–Masa Depan Bersama: Membangun Kolaborasi Lintas Iman untuk Keadilan Ekologis dan Perlindungan Hutan Papua", peluncuran tersebut menjadi wadah kolaborasi lintas iman pertama di Papua Barat Daya yang menghubungkan nilai-nilai agama, ilmu pengetahuan, dan kearifan masyarakat adat dalam menjaga hutan hujan tropis Papua.

Fasilitator Nasional IRI Indonesia, Hening Parlan, mengatakan pembentukan chapter ini merupakan langkah membangun gerakan perlindungan hutan yang berlandaskan nilai moral, spiritual, dan ilmiah. "Papua adalah salah satu benteng terakhir hutan hujan tropis dunia. Perlindungan hutan tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan pemerintah atau kerja organisasi lingkungan. Ia harus menjadi gerakan moral yang melibatkan tokoh agama, masyarakat adat, akademisi, pemerintah, kaum muda, hingga masyarakat luas," ujarnya.

Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut. Dalam sambutan tertulis Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau yang dibacakan Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga Papua Barat Daya Yusdi Lamatenggo disebutkan bahwa hutan Papua merupakan penyangga ekosistem sekaligus sumber kehidupan masyarakat adat yang harus dilindungi melalui pembangunan berkelanjutan.

Dukungan juga disampaikan Rektor UNIMUDA Sorong Dr. Rustamadji dan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sorong Pdt. Thomson Eliyas. Keduanya menegaskan kesiapan kampus dan para pemuka agama memperkuat kolaborasi dalam menjaga hutan Papua.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan Pernyataan Komitmen Lintas Iman Papua Barat Daya yang memuat enam komitmen bersama, termasuk penguatan hak masyarakat adat, pendidikan ekologi, dan kolaborasi multipihak. Peserta juga mendorong pemerintah bersama DPR RI segera mengesahkan RUU Masyarakat Adat sebagai dasar perlindungan hak masyarakat adat dan wilayah adat. Setelah peluncuran, kegiatan dilanjutkan dengan Science Immersion Fellowship yang mempertemukan perspektif agama, sains, dan masyarakat adat guna memperkuat upaya pelestarian hutan Papua.

Hening Parlan, Fasilitator Nasional IRI Indonesia, saat memberikan sambutan di acara Launching Chapter IRI Indonesia Papua Barat Daya bersama para tokoh lintas iman, di Unimuda Convention Center (UCC) gedung pasca Sarjana Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong 28 Juli 2026.
Foto: Dok IRI Indonesia/Fajar