Strata Sosial di Pedesaan dan Perkotaan
Penulis: Mar'atul Hasanah (Mahasiswi Prodi Pendidikan Agama Islam STAI Bumi Silampari)
Strata sosial adalah penggolongan masyarakat ke dalam lapisan-lapisan tertentu berdasarkan kedudukan, kekayaan, pendidikan, pekerjaan, kekuasaan, maupun kehormatan. Dalam kehidupan bermasyarakat, strata sosial selalu ada, baik di wilayah pedesaan maupun perkotaan. Namun, bentuk dan cara terbentuknya strata sosial di desa dan kota memiliki perbedaan yang cukup jelas karena dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, budaya, pendidikan, dan pola kehidupan masyarakatnya.
Memahami strata sosial penting agar kita mengetahui bagaimana masyarakat berinteraksi, bagaimana peluang seseorang berkembang, serta bagaimana kesenjangan sosial dapat terjadi.
Strata Sosial di Pedesaan
Masyarakat pedesaan umumnya memiliki hubungan sosial yang erat, saling mengenal, dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan. Strata sosial di pedesaan biasanya ditentukan oleh beberapa hal berikut:
1. Kepemilikan Tanah
Orang yang memiliki lahan pertanian luas biasanya dianggap memiliki status sosial tinggi karena memiliki sumber penghasilan utama.
2. Keturunan atau Tokoh Keluarga
Keluarga yang dihormati sejak lama sering memiliki pengaruh besar dalam masyarakat desa.
3. Pendidikan
Masyarakat yang memiliki pendidikan tinggi seperti guru, kepala sekolah, atau sarjana sering dihormati.
4. Jabatan Sosial
Kepala desa, perangkat desa, tokoh agama, dan ketua adat memiliki kedudukan penting.
Ciri Strata Sosial Pedesaan:
Lebih sederhana dan tidak terlalu kompleks
Hubungan antar lapisan sosial lebih dekat
Nilai gotong royong masih kuat
Status sosial kadang diwariskan turun-temurun
Strata Sosial di Perkotaan
Masyarakat perkotaan memiliki kehidupan yang lebih modern, heterogen, dan kompetitif. Strata sosial di kota lebih banyak dipengaruhi oleh ekonomi dan profesi.
1. Pendapatan atau Kekayaan
Semakin tinggi penghasilan seseorang, biasanya semakin tinggi status sosialnya.
2. Pendidikan dan Keahlian
Orang yang memiliki gelar pendidikan tinggi dan keahlian khusus cenderung menempati strata atas.
3. Jabatan dan Profesi
Direktur, pengusaha, dokter, dosen, pejabat, dan profesional lainnya memiliki status tinggi.
4. Gaya Hidup
Tempat tinggal, kendaraan, cara berpakaian, dan lingkungan pergaulan juga sering menjadi penentu status sosial.
Ciri Strata Sosial Perkotaan:
Lebih kompleks dan beragam
Persaingan sosial tinggi
Mobilitas sosial lebih terbuka
Individualisme lebih kuat dibanding desa
Perbedaan Strata Sosial Pedesaan dan Perkotaan
Pedesaan
Berdasarkan tanah, keturunan, dan pengaruh lokal
Hubungan sosial akrab
Gotong royong kuat
Perubahan status lebih lambat
Perkotaan
Berdasarkan pendidikan, jabatan, dan ekonomi
Hubungan sosial lebih formal
Persaingan lebih tinggi
Mobilitas sosial lebih cepat
Dampak Strata Sosial
Dampak Positif:
Mendorong masyarakat bekerja keras
Menumbuhkan semangat pendidikan
Mempermudah pembagian peran sosial
Dampak Negatif:
Menimbulkan kesenjangan sosial
Timbul iri hati dan konflik
Diskriminasi terhadap golongan bawah
Kesimpulan
Strata sosial merupakan bagian dari kehidupan masyarakat baik di pedesaan maupun perkotaan. Di desa, status sosial lebih dipengaruhi tanah, keturunan, dan pengaruh tokoh masyarakat. Sedangkan di kota, status sosial lebih dipengaruhi pendidikan, pekerjaan, dan kekayaan. Walaupun berbeda, keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu menunjukkan posisi seseorang dalam masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat perlu menjunjung keadilan dan saling menghargai agar perbedaan strata sosial tidak menimbulkan perpecahan.
