Breaking News

Bersahabat dengan kekurangan yang dimiliki


Nama: Sri oktaviani

Prodi:  PAI STAI Bumi Silampari Lubuklinggau

 Banyak diantara kita yang tidak jarang mengatakan bahwa sesuatu yang buruk dalam hidup itu disebut sebagai nasib. Namun, bijaklah kita jika segala hal buruk yang terjadi kepada kita lantas kita sikapi dengan "Ya sudahlah, memang sudah nasib"? 

Semakin positif pikiran dan perbuatan kita, semakin positif pula nasib hidup kita

Begitu pula sebaliknya, semakin negatif dan hitam warna perbuatan dan pikiran kita, semakin berantakan pula nasib yang akan kita alami. 

Jadi, jika sesuatu yang buruk terjadi dalam hidup kita, kita tidak bisa menyalahkan takdir secara sepihak. 

Idealnya, kita harus bertanya pada diri sendiri, Kira-kira apa yang telat membuat hidup dan masalahnya terasa semakin berat. Sebab besar kemungkinan, apa yang kita hadapi saat ini adalah buah dari apa yang telah kita lakukan di masa lalu. 

Terkadang kita sering berfikir :" kok bisa, saya yang sudah berjuang sebaik-baiknya tetap kalah dengan mereka yang mungkin ikhtiar dan do'a nya biasa-biasa saja? "

Padahal, segala bentuk kegagalan, termasuk yang terjadi berulang, merupakan sekenario-Nya yang diberikan untuk menguji seberapa besar keyakinan dan tekad dalam berjuang. 

Kalau kekurangan dalam hidup masih bisa diubah, maka silakan untuk mengubahnya sebisa mungkin dengan cara yang benar.