Breaking News

Groundbreaking Jembatan Air Lawai Dimulai, Widia Ningsih Dorong Percepatan Pembangunan


Jendelakita.my.id. - Jembatan Air Lawai yang ambruk beberapa waktu lalu, berlokasi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), tepatnya di Desa Muara Lawai, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, kini resmi mulai dibangun kembali.

Pembangunan jembatan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama secara langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, di lokasi jembatan pada Jumat (10/04) pagi.

Pembangunan kembali Jembatan Air Lawai B dilaksanakan oleh Tim Percepatan Pembangunan Kembali Jembatan Air Lawai B (TPPJAL) bersama manajemen konstruksi (MK) PT DKonsindo CM serta kontraktor EPC PT Sang Bima Ratu.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Sumsel beserta anggota DPRD Sumsel Dapil VII, Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih, S.H., M.H., Ketua TPPJAL Leman C., Asisten I Pemprov Sumsel, staf ahli Bupati Muara Enim, Sekda Lahat, Forkopimda Lahat, Wakapolres Lahat, anggota DPRD Lahat, Ketua BPPJN Sumsel, kepala OPD Lahat, Kapolsek Merapi, Danramil Merapi, serta para kepala desa se-Kawasan Merapi.

Ketua Asosiasi Transportir Seganti Setungguan, Fredy Fyet, melaporkan bahwa pihak TPPJAL telah melaksanakan persiapan teknis dan administrasi secara maksimal.

“Kami telah mencari manajemen konstruksi (MK), lalu tender dimenangkan oleh PT Sang Bima Ratu. Semua kami kerjakan sesuai dengan moto Pak Leman, yakni ‘kalau bisa detik ini, kerjakan sekarang, mengapa harus nanti’,” tegas Fredy.

Sementara itu, Wakil Bupati Lahat dalam sambutannya menjelaskan bahwa usia Jembatan Air Lawai memang sudah tua, ditambah dengan peristiwa ambruk yang terjadi beberapa waktu lalu, sehingga pembangunan kembali menjadi suatu keharusan.

“Kami menginginkan jembatan ini dapat segera diselesaikan sesuai dengan jadwal dan anggaran yang telah disiapkan oleh TPPJAL bekerja sama dengan pihak swasta,” jelasnya.

Wabup juga berharap pembangunan dilakukan sesuai standar yang ditetapkan oleh Dinas Pekerjaan Umum agar tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari.

“Berdasarkan laporan TPPJAL, dana yang digunakan sekitar Rp18 miliar dengan waktu pekerjaan kurang lebih empat hingga lima bulan,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan menyampaikan bahwa mutu pembangunan jembatan harus sesuai dengan standar yang telah ditentukan dan diharapkan dapat selesai tepat waktu sehingga segera bisa dilalui masyarakat.

“Selain jembatan, ruas jalan lintas Lahat–Muara Enim sepanjang kurang lebih 40 kilometer saat ini sudah banyak yang berlubang. Kami akan meminta perhatian pemerintah pusat agar jalan tersebut tidak bergelombang,” ujar Gubernur.

Gubernur juga menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan momentum baik bagi masyarakat Sumatera Selatan, khususnya Kabupaten Lahat. Namun, ia mengingatkan bahwa selama proses pembangunan, arus lalu lintas kemungkinan akan sedikit terganggu.

“Kami minta kepada kontraktor untuk memasang rambu-rambu dengan jelas agar pengendara tidak terjebak kemacetan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan bahwa pembangunan jembatan ini tidak bersumber dari APBN maupun APBD, melainkan dari kontribusi para pelaku usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para pengusaha yang telah bergotong royong mendukung pembangunan jembatan ini,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Lahat serta para pengusaha batu bara yang telah berkontribusi dalam pembangunan tersebut.

“Bismillahirrahmanirrahim, pembangunan Jembatan Air Lawai B yang dilaksanakan oleh para pengusaha dan diawasi oleh Dinas PU dengan ini resmi dimulai,” ucap Gubernur saat peletakan batu pertama. (SMSI Lahat)