Breaking News

Pentingnya Memvalidasi Informasi


Tulisan Oleh : Erik Yuyanda 

A. Pendahuluan
Kita selalu terpapar informasi, terutama melalui internet dan media sosial, dalam kehidupan sehari-hari kita. Setiap detik, jumlah data meningkat, termasuk tulisan singkat, infografis, gambar, dan video. Sebagian besar orang cenderung hanya membaca bagian permukaan, seperti judul atau ringkasan di awal tampilan, dalam dunia yang penuh dengan informasi. Salah tafsir dapat disebabkan oleh kebiasaan ini, terutama dalam kasus di mana informasi tidak dipahami secara menyeluruh.

Informasi yang singkat dan mudah dipahami umumnya lebih disukai oleh orang Indonesia. Banyak orang hanya membaca judul tanpa memeriksa isi dan sumbernya, padahal judul sering dibuat dengan cara yang provokatif, sensasional, atau bahkan menyesatkan untuk menarik perhatian pembaca. Kemungkinan kesalahpahaman meningkat jika seseorang langsung mempercayai dan membagikan informasi hanya berdasarkan judulnya. Dan minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001%, menurut data UNESCO.

Sangat mudah untuk memproduksi dan menyebarkan informasi di era modern. Hal ini meningkatkan kemungkinan penyebaran berita palsu atau hoaks yang berpotensi menyesatkan masyarakat. Informasi palsu dapat menyebabkan kepanikan publik, kebencian kelompok, dan konflik sosial. Oleh karena itu, keahlian penting untuk memvalidasi informasi harus dimiliki oleh semua orang, bukan hanya jurnalis atau pekerja media.

B. Pembahasan
Kebenaran informasi tidak selalu dapat dijamin meskipun kemajuan teknologi dan kemudahan mendapatkan informasi. Banyak informasi yang dimanipulasi dengan sengaja untuk berbagai alasan, seperti mendapatkan keuntungan, memengaruhi opini publik, atau sekadar menarik perhatian. Inilah sebabnya kemampuan untuk memilah dan memverifikasi data di era kontemporer sangat penting.

Agar terhindar dari penyebaran hoaks, beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan:

  1. Periksa sumber informasi.
    Pastikan informasi berasal dari sumber tepercaya, memiliki reputasi baik, dan jelas identitasnya.

  2. Bandingkan dengan sumber lain.
    Cari informasi serupa dari media atau situs lain. Jika banyak sumber tepercaya memuat berita yang sama, kemungkinan besar informasi tersebut valid.

  3. Periksa tanggal publikasi.
    Hoaks sering memanfaatkan berita lama yang disebarkan kembali seolah-olah merupakan kejadian baru.

  4. Pahami konteks secara utuh.
    Jangan hanya membaca judul. Bacalah isi berita secara menyeluruh untuk memahami konteks dan maksudnya.

  5. Gunakan situs pemeriksa fakta.
    Banyak platform khusus pengecekan hoaks yang dapat membantu mengonfirmasi kebenaran suatu informasi.

C. Penutup
Semua orang memiliki peran penting dalam menjaga ruang informasi di masyarakat tetap bersih. Kita dapat mengurangi penyebaran berita palsu dan membangun budaya literasi digital yang lebih baik dengan membiasakan diri untuk bersikap kritis, teliti, dan selektif saat menerima dan menyebarkan informasi. Semakin banyak orang yang mahir memvalidasi data, semakin cerdas dan sehat ekosistem informasi di sekitar kita.


Biografi Penulis

Erik Yuyanda merupakan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Bumi Silamprai Lubuk Linggau. Ia masih dalam tahap pembelajaran dan saat ini menempuh pendidikan pada semester V. Ia lahir pada 03 November 2004 di Desa Muara Kuis, Kecamatan Muara Kulam, Kabupaten Musi Rawas Utara. Saat ini penulis tercatat sebagai mahasiswa jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam.

Penulis memiliki ketertarikan untuk menulis sebuah buku tentang Pentingnya Memvalidasi Informasi karena melihat banyak masyarakat hanya membaca informasi sebatas sampulnya saja.

Selain aktif di berbagai kegiatan kampus, ia juga pernah bergabung sebagai kontributor di komunitas media lokal dan telah menulis buku berjudul Masyarakat dalam Perspektif: Sosiologi, Psikologi, dan Jurnalisme.

Riwayat pendidikannya dimulai dari jenjang menengah atas hingga kini sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi di Lubuk Linggau.