Breaking News

Angan-Angan Wirausahawan Muda



Tulisan Oleh : Reycha Amelia Putri

NIM : 25862080015

Jendelakita.my.id. - Banyak orang sering mengatakan bahwa dunia bisnis selalu identik dengan keuntungan besar dan kesuksesan para pengusaha kaya. Kita sering melihat contoh-contoh pengusaha sukses di media, baik di televisi maupun internet, sehingga muncul anggapan bahwa berbisnis itu mudah dan cepat menghasilkan uang. Padahal, kenyataannya tidak sesederhana itu. Di balik kesuksesan seseorang, selalu ada proses panjang yang penuh tantangan, kegagalan, serta perjuangan yang tidak sedikit.

Sebagai anak muda, wajar jika kita memiliki angan-angan untuk menjadi seorang wirausahawan yang berhasil. Dalam bayangan kita, bisnis terlihat keren: punya banyak uang, waktu yang fleksibel, dan hidup yang serba mudah. Namun, semakin dipikirkan, semakin terasa bahwa perjalanan menuju kesuksesan tidak seperti jalan lurus yang mulus. Justru, banyak “arus jeram” yang harus dilewati—mulai dari keterbatasan modal, kurangnya pengalaman, ketatnya persaingan, hingga rasa takut gagal yang sering kali menghantui.

Saya sendiri pernah berpikir, “Apa bisa ya punya uang banyak tanpa harus kerja keras?” Mungkin hampir semua orang pernah berharap begitu. Namun, semakin saya memperhatikan realitas hidup, semakin saya sadar bahwa tidak ada sesuatu yang datang secara instan. Untuk mendapatkan hasil yang besar, tentu dibutuhkan usaha yang besar pula. Tidak ada pengusaha yang sukses hanya dengan berdiam diri. Mereka menanamkan waktu, tenaga, pikiran, doa, bahkan air mata untuk membangun apa yang sekarang kita lihat sebagai “kesuksesan”.

Selain soal kerja keras, ada satu hal lain yang sering membuat saya berpikir: bagaimana cara mendapatkan pekerjaan tanpa orang dalam? Di zaman sekarang, sering terdengar keluhan bahwa mencari kerja sangat sulit jika tidak punya relasi atau kenalan di dalam perusahaan. Banyak yang percaya bahwa kesempatan kerja lebih mudah didapat oleh mereka yang memiliki koneksi. Akibatnya, orang yang tidak punya relasi seolah berada pada posisi yang kurang menguntungkan.

Namun, kalau dipahami lebih dalam, sebenarnya tidak selalu seperti itu. Memang benar, relasi atau koneksi dapat membantu memudahkan proses, tetapi bukan berarti tanpa relasi kita tidak bisa mendapatkan pekerjaan maupun membangun karier. Zaman sekarang justru banyak perusahaan yang semakin profesional dan mengutamakan kemampuan, bukan kedekatan. Banyak tempat kerja yang menilai seseorang dari apa yang ia bisa dan bagaimana ia bekerja, bukan dari siapa yang ia kenal.

Meskipun begitu, memiliki relasi tetap penting, bukan untuk “orang dalam”, tetapi untuk memperluas wawasan, mendapatkan kesempatan belajar, dan membuka peluang baru. Relasi bisa kita bangun melalui cara-cara sederhana: aktif dalam kegiatan kampus, bergabung dalam komunitas, mengikuti seminar, bekerja part time, atau sekadar berani memulai percakapan dengan orang baru. Semua itu perlahan akan memperluas jaringan kita dan memberikan manfaat di masa depan—bukan hanya dalam pekerjaan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Di sisi lain, membangun mindset positif tentang usaha dan doa juga sangat penting. Kita tidak bisa berharap hasil datang tanpa ikhtiar. Uang tidak akan pernah datang dengan sendirinya. Bahkan untuk memulai bisnis kecil-kecilan pun, kita membutuhkan kerja keras dan ketekunan. Doa juga menjadi bagian penting, sebab setiap usaha kita pasti membutuhkan restu dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Kadang kita melihat orang lain yang sukses dan merasa mereka beruntung. Namun, kita tidak melihat bagaimana perjalanan mereka sebelumnya. Ada banyak cerita tentang orang yang bangkit dari kegagalan berkali-kali, orang yang memulai dari nol tanpa kenalan, bahkan orang yang memulai bisnis hanya dengan modal keberanian. Mereka bukan orang yang menunggu rezeki datang sendiri; mereka adalah orang yang berani bekerja dan tidak mudah menyerah.

Sementara itu, kita hidup di era di mana anak muda memiliki banyak peluang baru. Teknologi membuat semuanya lebih terbuka. Kita bisa memulai usaha di sekitar rumah.

Contoh Usaha



Mandiri Jaya Mebel awal mula didirikan pada tahun 2023. Usaha ini bergerak di bidang pembuatan dan penjualan berbagai macam furnitur, seperti meja, kursi, lemari, kusen, pintu, dan jendela.

Pada awal pendirian, modal usaha digunakan untuk membeli peralatan kerja. Tempat usaha masih menumpang, dan alat-alat yang dibeli antara lain:

Mesin soul Rp500.000 × 3
Mesin bor Rp350.000 × 2
Mesin gerinda Rp400.000 × 2
Mesin profil kecil Rp400.000
Mesin profil besar Rp900.000 × 2
Mesin amplas Rp400.000 × 2
Mesin bobok Rp4.500.000
Mesin jigsaw Rp8.000.000

Selain itu, didirikan juga bangunan tempat kerja berupa gudang dengan biaya sekitar Rp5.000.000.

Sejak awal dibuka, Mandiri Jaya Mebel langsung mendapatkan orderan. Beberapa pekerjaan awal yang diterima antara lain:
Meja kantor (jasa pembuatan saja karena bahan dari pemesan) dengan upah Rp1.000.000
Kerangka kursi makan satu set sebesar Rp1.600.000
Kusen satu set rumah

  • Pintu sebanyak 5 daun seharga Rp1.250.000

  • Jendela 8 daun seharga Rp2.000.000

  • Daun pintu per lembar Rp600.000

  • Daun jendela per lembar Rp250.000

Pada awalnya, semua pekerjaan dikerjakan sendiri. Namun, seiring semakin banyaknya pesanan, mulai direkrut dua orang karyawan. Upah karyawan dibayarkan mingguan dengan kisaran Rp1.000.000–Rp1.300.000.

Banyak pelanggan merasa puas dengan hasil pekerjaan, sehingga mereka kembali melakukan pemesanan. Dari usaha ini, penghasilan bersih per bulan berkisar antara Rp3.000.000 sampai Rp4.000.000.

Alamat: Jln. Kemuning Lintas RT 06, Puncak Kemuning, Lubuklinggau Utara II
Kontak: +62 813-6883-8561


Biodata Penulis

Reycha Amelia Putri lahir di Lubuklinggau pada tanggal 17 Desember 2006 dari pasangan Bpk. Rahmat Salam dan Ibu Lestari. Ia merupakan warga negara Indonesia yang beragama Islam. Ia tinggal di Jalan Kemuning Lintas Puncak Kemuning RT 06, Lubuklinggau Utara II. Dalam perjalanan pendidikannya, Reycha Amelia Putri menamatkan SDN 54 Lubuklinggau pada tahun 2019, kemudian melanjutkan ke MTsN 1 LLG dan lulus pada tahun 2022. Pendidikan menengah atas ia selesaikan di MAN 1 Lubuklinggau pada tahun 2025. Saat ini, Reycha Amelia Putri sedang menempuh pendidikan tinggi di Sekolah Tinggi Agama Islam Bumi Silampari Lubuklinggau.