Breaking News

PWI Sumsel Gelar Jum’at Barokah sebagai Wujud Empati atas Wafatnya Orang Tua Wartawan


Jendelakita.my.id. - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Selatan melalui program PWI Peduli kembali menunjukkan komitmen sosial dan nilai kemanusiaannya dengan menggelar kegiatan Jum’at Barokah pada Jumat sore (19/12) bertempat di Kantor PWI Sumsel, Jalan Sepeno No.11 Palembang. 

Kegiatan ini secara khusus dilaksanakan sebagai wujud empati dan kepedulian terhadap keluarga besar wartawan yang sedang mengalami duka, yakni atas wafatnya orang tua dari rekan wartawan Mella, Mahkamah Nawawi (Alm). 

Dalam suasana yang khidmat dan penuh kebersamaan, PWI Sumsel menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan, sekaligus menegaskan bahwa organisasi profesi wartawan ini bukan hanya wadah kerja jurnalistik, tetapi juga rumah bersama yang saling menguatkan dalam suka maupun duka. 

Ketua PWI Sumsel, Kurniadi, ST, yang pesannya disampaikan oleh Wakil Ketua PWI Sumsel Bidang Antar Lembaga, Anwar Rasuan, menyampaikan rasa belasungkawa yang tulus atas kepergian orang tua Mella. 

Anwar Rasuan mengungkapkan rasa haru atas terselenggaranya kegiatan Jum’at Barokah tersebut, seraya menegaskan bahwa kekompakan dan kepedulian seluruh pengurus PWI Sumsel menjadi bukti nyata bahwa solidaritas dan empati tetap menjadi nilai utama dalam tubuh organisasi. 

Menurutnya, kehadiran PWI dalam momen duka seperti ini merupakan bentuk tanggung jawab moral sekaligus penguatan ikatan kekeluargaan antarsesama wartawan. 

Kegiatan Jum’at Barokah ini turut dihadiri oleh seluruh pengurus PWI Peduli Sumsel, Pengurus PWI Pusat Bidang Pembelaan Wartawan Oktaf Riady, Wakil Ketua PWI Sumsel Bidang Organisasi Richan Jo, Wakil Sekretaris Cecep, serta keluarga Mella sebagai pihak yang sedang berduka. 

Sebagai bentuk konkret kepedulian, Anwar Rasuan juga menyerahkan bantuan uang kepada keluarga Mella, yang dimaksudkan sebagai dukungan moral dan ungkapan empati dari seluruh keluarga besar PWI Sumsel. 

Sementara itu, Ketua PWI Peduli Sumsel, M. Rofei Husin, dalam pesan spiritualnya mengingatkan seluruh hadirin tentang pentingnya bakti seorang anak kepada orang tua, baik semasa hidup maupun setelah wafat. Ia menegaskan, “Kita tetap wajib setiap hari mendoakan orang tua, walaupun mereka telah mendahului kita. Apabila seorang anak tidak mendoakan orang tuanya, maka hal tersebut termasuk perbuatan durhaka,” ujar M. Rofei Husin. 

Rangkaian kegiatan Jum’at Barokah kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Yasin dan doa bersama yang dipimpin langsung oleh M. Rofei Husin, dengan harapan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. 

Melalui kegiatan ini, PWI Peduli kembali menegaskan komitmennya untuk senantiasa hadir dalam setiap kondisi yang dialami anggotanya, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan nilai kepedulian sosial dan keimanan di lingkungan PWI Sumatera Selatan. 

PWI Peduli juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota PWI Sumsel yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, seraya berharap seluruh kebaikan yang diberikan mendapat balasan pahala dan keberkahan dari Allah SWT.