Breaking News

Menghindari Pikiran Negatif sebagai Penghalang Meraih Impian


 Penulis: H. Albar Sentosa Subari, S.H., S.U.  

Jendelakita.My.Id – Salah satu penghalang utama dalam mencapai impian, seperti kesuksesan, kebahagiaan, dan kesejahteraan, adalah berpikir negatif. Siapa pun dapat terpapar “virus” negatif yang sering kali datang dari orang lain. 

Untuk mengatasinya, ketika hati kita telah meyakini sesuatu itu benar, maka berjalanlah terus tanpa menoleh ke belakang, karena tugas kita adalah tetap berada di jalan yang lurus hingga menemukan kesuksesan dan kebahagiaan.

Orang-orang yang mudah dipengaruhi oleh bisikan negatif dapat diibaratkan seperti kisah Mulla. Suatu hari, Mulla mengajak anaknya pergi ke sekolah yang letaknya cukup jauh dari rumah. Karena jaraknya relatif jauh, Mulla membawa seekor keledai dan menaikkan anaknya di atas punggung keledai tersebut, sementara ia berjalan kaki. 

Saat melewati rumah tetangganya, seorang tetangga berkomentar, “Mulla, kamu ini tidak mengajarkan anak sopan santun ya? Kok anak naik di atas punggung keledai, sedangkan kamu bapaknya di bawah, itu tidak sopan, tidak boleh.” Mendengar komentar itu, Mulla langsung berubah pikiran dan meminta anaknya turun, lalu ia sendiri yang naik ke punggung keledai.

Belum lama berjalan, tetangga lain kembali memberi komentar, “Mulla, Mulla, kamu ini bagaimana sih, sebagai orang tua tidak punya tata krama. Masa anak kamu seperti pembantu menarik keledai, sedangkan kamu seperti raja di atas punggung, tidak etis, tidak bermoral, tidak berpendidikan kamu, Mulla.” Mulla pun semakin bingung. Setelah berpikir sejenak, ia memutuskan agar adil, maka ia dan anaknya sama-sama menaiki punggung keledai. 

Namun, tidak lama kemudian warga lain berkomentar lagi, “Mulla, kamu ini keterlaluan, tidak punya perikemanusiaan, masa keledai satu dinaiki berdua. Dasar orang tidak tahu diri, dia juga ciptaan Tuhan, sayangi dong.” Mulla semakin kebingungan karena apa pun yang ia lakukan selalu dianggap salah.

Dalam kebingungannya, Mulla akhirnya memutuskan agar tidak ada satu pun yang menaiki keledai. Ia dan anaknya berjalan di samping keledai tersebut. Akan tetapi, hal itu pun tidak luput dari ejekan. Tetangga lain tertawa sambil berkata, “Mulla, Mulla, kamu ini bagaimana, di mana-mana keledai fungsinya untuk dinaiki. Kamu ini sok perikemanusiaan, pikirkan dulu diri kamu dan anak kamu, jangan jadi orang sok perikemanusiaan.” Komentar demi komentar terus datang dan tidak pernah sama antara satu tetangga dengan tetangga lainnya.

Kebingungan Mulla akhirnya mencapai puncaknya. Pikiran Mulla buntu, kepalanya pusing, dan langkahnya terasa berat. Tanpa diduga, Mulla mengambil keputusan terakhir dengan mengangkat keledai ke punggungnya, sementara anaknya menuntun dari depan. Ketika melewati para tetangga, mereka berkata serempak, “Mulla, Mulla, kapan kamu jadi orang gila, dasar edan.” Mendengar semua komentar negatif itu, tubuh Mulla menjadi lemas hingga akhirnya jatuh tersungkur bersama anak dan keledainya. Impian Mulla pun berhenti sebelum sempat terwujud.

Barangkali kita menertawakan kebodohan Mulla dalam kisah tersebut. Namun, pernahkah kita berpikir bahwa jangan-jangan kita pun sama seperti Mulla, terlalu banyak mendengar pendapat, ucapan, dan komentar di sekitar kita, sehingga hingga saat ini belum mencapai keinginan yang kita impikan. Seandainya Mulla tetap berjalan tanpa memedulikan komentar negatif para tetangganya, mungkin ia telah sampai pada tujuan dan mewujudkan impiannya. Kesalahan Mulla terletak pada sikapnya yang terlalu mudah terpengaruh oleh ucapan orang lain dan kurang fokus pada impian yang ia yakini.

Dari kisah tersebut, kita dapat memahami bahwa berpikir negatif sangat berbahaya. Oleh karena itu, Allah SWT melarang umat-Nya untuk berprasangka buruk dan menanamkan pikiran negatif kepada orang lain, sebagaimana firman-Nya yang artinya:

“Hai orang yang beriman janganlah terlalu banyak sangka menyangka. Sungguh, sebagian persangkaan adalah doa. Jangan saling memata matai, dan janganlah saling memfitnah ( QS. Al-Hujurat ayat 12).”

Untuk menghindari pikiran negatif, marilah kita mengubah pola pikir ke arah yang lebih positif dan memperkuat doa kepada Allah SWT:


“Tuhan kami Janganlah jadikan kami ( sasaran) godaan bagi orang yang tiada beriman. Dan ampunilah kami. Tuhan Sungguh, Kaulah Yang Maha Perkasa, Yang Maha Bijaksana ( QS. al-mumthanah ayat 5)."  

Aamiin.