Breaking News

FGD Pusaka Sembada: Merumuskan Rekomendasi Strategis bagi Pembangunan Kota Lubuk Linggau



Jendelakita.my.id. - Pusat Kajian Strategis Pembangunan Daerah (Pusaka Sembada) menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Menghasilkan Rekomendasi bagi Pemerintah Kota Lubuk Linggau” pada Minggu (21/12/2026) bertempat di Hotel Dewinda lantai 2. 

Kegiatan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas persoalan pembangunan daerah yang bersifat aktual dan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. FGD tersebut dirancang sebagai ruang dialog partisipatif yang bertujuan menghimpun pandangan, gagasan, serta rekomendasi berbasis kajian dan pengalaman lapangan guna mendukung perumusan kebijakan pemerintah daerah yang lebih responsif dan tepat sasaran.



Fokus utama diskusi diarahkan pada dua isu strategis yang saat ini menjadi perhatian publik, yakni implementasi program makan bergizi gratis (MBG) dan dampak inflasi di tingkat daerah. Kedua isu ini dipandang saling berkaitan karena menyentuh aspek kesejahteraan masyarakat, ketahanan ekonomi rumah tangga, serta stabilitas harga kebutuhan pokok. 

Program MBG diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan, namun dalam pelaksanaannya juga memerlukan perencanaan matang agar tidak memicu tekanan tambahan terhadap rantai pasok pangan dan harga sembako di pasar.



Ketua pelaksana kegiatan yang juga menjabat sebagai Ketua Pusaka Sembada, Ngimanudin, MH, menegaskan bahwa FGD ini diselenggarakan untuk merumuskan poin-poin penting yang dapat dijadikan masukan konkret bagi Pemerintah Kota Lubuk Linggau. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan besar terhadap hasil diskusi yang dilakukan. 

“Kami berharap kegiatan ini dapat menghasilkan rekomendasi yang tidak hanya membantu mengendalikan harga sembako di pasar, tetapi juga melahirkan ide-ide cemerlang agar program makan bergizi gratis tidak menimbulkan dampak negatif terhadap sektor lainnya,” ujarnya. Pernyataan tersebut menegaskan komitmen Pusaka Sembada dalam mendorong kebijakan publik yang berorientasi pada keseimbangan antara tujuan sosial dan stabilitas ekonomi daerah.



Diskusi berlangsung secara dinamis dan konstruktif dengan melibatkan berbagai perspektif dari akademisi, praktisi, perwakilan masyarakat, serta unsur pemerintah daerah. Setiap peserta diberi ruang untuk menyampaikan pandangan kritis, analisis kebijakan, serta pengalaman empiris terkait kondisi ekonomi masyarakat dan pelaksanaan program sosial. Interaksi antarpeserta mencerminkan semangat kolaborasi dalam mencari solusi bersama terhadap tantangan inflasi dan efektivitas program MBG di tingkat lokal.

Dalam kesempatan tersebut, Staf Ahli II Bidang Ekonomi turut memberikan pandangan strategis mengenai keterkaitan antara kebijakan sosial, seperti program makan bergizi gratis, dengan stabilitas harga dan daya beli masyarakat. 

Pandangan ini menekankan bahwa kebijakan sosial harus diiringi dengan penguatan sistem distribusi, pengendalian inflasi, serta koordinasi lintas sektor agar manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat, terutama di tengah tekanan inflasi yang masih dirasakan oleh sebagian besar warga. Melalui FGD ini, diharapkan terbangun sinergi antara pemikiran akademik, kebijakan pemerintah, dan kebutuhan riil masyarakat dalam rangka mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan.