Breaking News

Kebutaan Manusia dalam Memandang

  

Tulisan oleh : Fadli Al Fasyaa

(Siswa SMA Negeri Tugumulyo / Peserta Bimtek Literasi BACA - DISKUSI - AKSI - Relima Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Lokus Kabupaten Musi Rawas)

Jendelakita.my.id. - Bisakah setidaknya seorang manusia meluangkan waktunya untuk memahami, bukan sekadar menghakimi? Apa yang sebenarnya melatarbelakangi semua itu?

Manusia merupakan makhluk yang kompleks. Mereka dibentuk oleh berbagai pengalaman dan persoalan yang dihadapi dalam kehidupan. Banyak hal di dunia ini lahir dari sebuah masalah. Begitu pula manusia, yang melalui berbagai persoalan dalam hidupnya dapat membentuk sebuah keyakinan.

Manusia juga merupakan makhluk yang unik. Mereka memiliki keinginan untuk memahami keyakinan orang lain. Namun, kesalahan besar manusia justru sering terletak pada cara mereka memahami keyakinan tersebut. Rata-rata, mereka hanya membutuhkan satu kunci atau satu jawaban untuk memuaskan rasa penasaran. Padahal, hal itu cukup fatal karena manusia adalah makhluk yang kompleks. Satu jawaban mengenai seseorang tidak akan pernah cukup untuk menjelaskan keseluruhan dirinya.

Mereka hanya ingin mengetahui "kamu ini apa", tetapi tidak berusaha mencari tahu "siapa kamu sebenarnya" dan "mengapa kamu begini." Ketika jawaban yang diperoleh tidak sesuai dengan harapan, mereka bahkan dapat memberikan penilaian yang berlawanan dengan keadaan sebenarnya.

Ego manusia sering kali mendorong seseorang untuk terus membandingkan dirinya dengan orang lain tanpa memedulikan dirinya sendiri. Sikap yang terlihat seolah-olah bijaksana dengan terus mengunggulkan diri sendiri sebenarnya dapat menjadi cerminan dari ego yang tidak terkendali. Pada akhirnya, hal tersebut justru menunjukkan ketidakmampuan seseorang dalam mengelola emosinya.

"Kepahaman manusia diuji,apakah mereka meyakini orang lain atas berdasarkan ego atau berdasarkan keyakinan sesungguhnya"