Breaking News

Mendorong Generasi Literat, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Musi Rawas Berikan Edukasi kepada Pelajar

Jendelakita.my.id. - Siti Asiah, S.P., M.Si. menjadi pemateri pada kegiatan edukasi mengenai Perpustakaan Daerah Kabupaten Musi Rawas yang diselenggarakan oleh SMAN Sumatera Selatan. Kegiatan tersebut berlangsung di Lantai II Gedung Perpustakaan Daerah F Tugumulyo pada Senin, 6 Juli 2026. Acara ini bertujuan memperkenalkan fungsi, peran, serta berbagai layanan perpustakaan daerah kepada para peserta didik sebagai bagian dari upaya meningkatkan budaya literasi di kalangan generasi muda.

Dalam pemaparannya, Siti Asiah menjelaskan bahwa Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Musi Rawas menjalankan program dan kebijakannya dengan mengacu pada visi Bupati Musi Rawas, yaitu “Terwujudnya Musi Rawas Maju, Mandiri dan Bermartabat Berkelanjutan (MANTABKan).” Berdasarkan visi tersebut, dinas melaksanakan misi kedua, yakni membangun sumber daya manusia yang berkualitas melalui penguatan budaya literasi di tengah masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan dengan tujuan memantapkan kehidupan masyarakat yang religius, aman, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa sasaran pembangunan yang menjadi fokus Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Musi Rawas adalah meningkatnya pelestarian dan pengembangan kearifan lokal serta kebudayaan yang diukur melalui Indeks Budaya Literasi Daerah. Sementara itu, sasaran strategis organisasi perangkat daerah (OPD) adalah “Meningkatnya Budaya Literasi Daerah.” Sasaran tersebut menjadi landasan dalam penyelenggaraan berbagai program literasi, pelayanan perpustakaan, dan kegiatan edukatif yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Pada kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa penyelenggaraan perpustakaan memiliki landasan hukum yang kuat, yaitu Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Berdasarkan ketentuan tersebut, perpustakaan merupakan institusi yang mengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku. Kehadiran perpustakaan tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pendidikan, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pelestarian ilmu pengetahuan, penyedia informasi, penelitian, serta rekreasi edukatif bagi masyarakat.

Siti Asiah turut menjelaskan pentingnya Gerakan Literasi sebagai upaya yang sistematis dan kolaboratif untuk menumbuhkan budaya membaca, menulis, serta memahami informasi secara kritis. Gerakan literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Oleh karena itu, penguatan budaya literasi harus dilakukan secara berkesinambungan agar mampu membentuk masyarakat yang cerdas, berdaya saing, serta memiliki kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi perkembangan zaman.

Dalam pemaparannya, dijelaskan pula bahwa Gerakan Literasi memiliki tiga pilar utama, yaitu Gerakan Literasi Sekolah, Gerakan Literasi Keluarga, dan Gerakan Literasi Masyarakat. Ketiga pilar tersebut saling melengkapi dalam membangun kebiasaan membaca dan belajar sepanjang hayat. Melalui sinergi seluruh elemen tersebut, diharapkan budaya literasi dapat tumbuh secara optimal dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Musi Rawas.

Sebagai bentuk komitmen dalam menyediakan sumber belajar yang memadai, Perpustakaan Daerah Kabupaten Musi Rawas saat ini memiliki koleksi sebanyak 231.388 judul dengan 467.472 eksemplar bahan pustaka. Koleksi tersebut mencakup berbagai bidang ilmu pengetahuan dan dapat dimanfaatkan oleh pelajar, mahasiswa, peneliti, maupun masyarakat umum. Dengan tersedianya koleksi yang beragam serta dukungan berbagai program literasi, Perpustakaan Daerah Kabupaten Musi Rawas diharapkan terus menjadi pusat pembelajaran, pelestarian pengetahuan, dan pengembangan budaya literasi bagi seluruh lapisan masyarakat.