Breaking News

Jenis fiqih muamalah

 






Penulis: Halimatu Syahfida Maya (Mahasiswi MBS Stai Bumi Silampari)

Berikut adalah pembagian utama jenis fiqih muamalah:

1. Akad Pertukaran (Mu'awadhat)

Akad ini bertujuan untuk mencari keuntungan komersial melalui pertukaran nilai.


Ba'i (Jual Beli): Pertukaran harta dengan harta secara suka sama suka.


Salam: Pembelian barang dengan pembayaran di muka, sedangkan barang dikirim di kemudian hari (pesanan).


2. Akad Kerja Sama (Musyarakah)

Akad ini dilakukan oleh dua pihak atau lebih untuk menggabungkan modal atau keahlian guna menjalankan suatu usaha.


Mudharabah: Kerja sama di mana satu pihak menyediakan modal (shahibul maal) dan pihak lain menyediakan keahlian/tenaga (mudharib).


3. Akad Jasa dan Sewa (Ijarah)

Fokus utama akad ini adalah pemanfaatan jasa atau pemindahan hak guna atas suatu barang tanpa pemindahan kepemilikan.


Ijarah (Sewa): Menyewa manfaat suatu barang (seperti rumah atau mobil).


4. Akad Tabarru' (Sosial/Tolong Menolong)

Akad ini bersifat non-komersial dan dilakukan untuk tujuan kebaikan.


Qardh: Pinjaman harta yang harus dikembalikan dengan jumlah yang sama tanpa tambahan (bunga).


Hibah: Pemberian sukarela kepada orang lain tanpa imbalan.


Wadi'ah: Akad penitipan barang atau uang dari satu pihak ke pihak lain yang dipercaya.


5. Akad Penanggungan & Jaminan (Tautsiqat)

Digunakan untuk menjamin keamanan dalam sebuah transaksi atau piutang.


Rahn (Gadai): Menjadikan barang berharga sebagai jaminan atas hutang.


Kafalah: Jaminan yang diberikan oleh penanggung kepada pihak ketiga untuk memenuhi kewajiban pihak kedua.