Breaking News

Belajar Jadi Jurnalis: Mahasiswa KPI STAI BS Lubuklinggau Belajar Analisis Berita


Tulisan oleh: Nisya Nur Fadila (Mahasiswa KPI semester 4 ) 

Jendelakita.my.id - Suasana ruang kelas di kampus STAI Bumi Silampari (STA IBS) tampak berbeda dan lebih dinamis pada Senin pagi, 27 April 2026. Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) semester 4 tengah mengikuti perkuliahan jurnalistik dengan agenda utama praktik analisis berita. Tidak sekadar duduk mendengarkan teori, para calon praktisi media ini ditantang untuk menjadi "detektif informasi" dengan membedah berbagai produk berita menggunakan pisau analisis 5W+1H (What, Who, Where, When, Why, dan How). Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah ketajaman berpikir kritis mahasiswabicara agar mampu mengenali berita yang utuh, berimbang, dan memenuhi standar kode etik jurnalistik di tengah derasnya arus informasi digital.

​Dalam praktik yang berlangsung interaktif tersebut, mahasiswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk menganalisis berita-berita terkini yang sedang hangat diperbincangkan di media massa pada hari yang sama. Fokus utama dalam pertemuan kali ini adalah memperdalam pemahaman pada unsur Why dan How, yang sering kali dianggap sebagai jantung dari sebuah berita karena menjelaskan latar belakang dan proses terjadinya suatu peristiwa secara mendalam. Diskusi berjalan cukup hangat saat masing-masing kelompok mempresentasikan hasil temuannya, di mana mereka saling mengoreksi jika menemukan adanya unsur berita yang hilang atau kurang lengkap dalam teks yang mereka bedah.

​Dosen pengampu mata kuliah menekankan bahwa penguasaan terhadap formula 5W+1H merupakan fondasi wajib bagi setiap mahasiswa KPI sebelum mereka terjun langsung ke lapangan untuk melakukan peliputan. Dengan memahami anatomi berita secara mendalam, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu menulis berita yang cepat, tetapi juga berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Melalui praktik langsung seperti ini, STAI Bumi Silampari terus berkomitmen mencetak lulusan yang kompeten dan siap mewarnai dunia pers, khususnya di wilayah Lubuklinggau dan sekitarnya, dengan narasi-narasi yang edukatif dan mencerahkan masyarakat.