Breaking News

IAI Silampari Targetkan Transformasi Menjadi Universitas pada tahun 2028



Jendelakita.my.id - Lubuklinggau, 20 Oktober 2026. Institut Agama Islam (IAI) Silampari terus melakukan pengembangan kelembagaan setelah bertransformasi dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Bumi Silampari menjadi institut. Perubahan tersebut merupakan salah satu tahapan dalam mewujudkan visi pengembangan institusi menuju Universitas Silampari yang ditargetkan dapat terealisasi pada 2028 atau paling lambat 2029.

Rektor IAI Silampari, Dr. Muhammad Yunus, M.Pd.I., membenarkan bahwa rencana transformasi menjadi universitas telah menjadi bagian dari visi yang sebelumnya disampaikan ketika dirinya mencalonkan diri sebagai Ketua STAI Bumi Silampari. Menurutnya, perubahan status dari sekolah tinggi menjadi institut merupakan satu tahapan penting yang telah berhasil dilalui dalam proses pengembangan kelembagaan.

"Visi yang kami tetapkan pada saat menjadi calon ketua STAI Bumi Silampari dulu, memang benar bahwa kita targetkan di 2028 atau paling tidak terakhirnya pada tahun 2029 kita berubah tahap kedua menjadi Universitas Silampari," ungkap Dr. Muhammad Yunus.

Ia menjelaskan bahwa transformasi dari sekolah tinggi menjadi institut menjadi langkah awal untuk melanjutkan pengembangan ke tahap berikutnya. Pihaknya akan terus mengupayakan agar target pendirian Universitas Silampari dapat diwujudkan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan, yakni paling cepat pada 2028 dan paling lambat pada 2029.

Selain perubahan status kelembagaan, transformasi tersebut juga membawa perubahan terhadap struktur organisasi dan tata kelola institusi. Dr. Muhammad Yunus menjelaskan bahwa secara ideal, struktur organisasi institut mencakup beberapa unsur kepemimpinan, mulai dari rektor, wakil rektor, dekan, ketua program studi, hingga unsur organisasi lainnya sesuai dengan kebutuhan kelembagaan.

Lebih lanjut, ia berharap perubahan status dari sekolah tinggi menjadi institut tidak hanya menjadi perubahan secara administratif dan struktural, tetapi juga diikuti dengan perubahan budaya serta pola pikir seluruh civitas akademika. Menurutnya, peningkatan kualitas kelembagaan harus berjalan beriringan dengan pembentukan kultur kampus, kepribadian, dan daya saing institusi.

"Harapan saya, transformasi kelembagaan ini diikuti dengan transformasi atau perubahan kultur, budaya kampus, mindset atau cara berpikir, serta perubahan daya jual. Sehingga bukan hanya menjadi lebih baik secara kelembagaan, tetapi juga menjadi lebih baik dari segi budaya kampus, dari segi kepribadian, dan sebagainya," tuturnya.

Dengan adanya transformasi tersebut, IAI Silampari diharapkan mampu terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi serta membangun lingkungan akademik yang lebih baik. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya institusi dalam mempersiapkan diri menuju Universitas Silampari pada tahun 2028–2029.